Pemerintah Luncurkan Peta Jalan Industri Obat Biologi

Pemerintah Luncurkan Peta Jalan Industri Obat Biologi

foto: pixabay.com

ilustrasi

Independen, Jakarta -- Kementerian Kesehatan meluncurkan peta jalan (roadmap) percepatan pengembangan industri farmasi dan alat kesehatan. Roadmap ini diharapkan menjadi panduan untuk mengurangi ketergantungan impor bahan baku obat-obatan, serta memenuhi kebutuhan obat masyarakat.

Satu upaya melepaskan ketergantungan impor bahan baku obat adalah dengan mendorong pertumbuhan industri bahan baku obat biologi nasional. Obat biologi merupakan bahan baku obat-obatan yang berasal dari pengembangan kultur sel atau molekul biologi melalui proses purifikasi menggunakan rekayasa bioteknologi.

"Pengembangan bioteknologi ini merupakan upaya penyediaan bahan baku obat yang lebih murah di dalam negeri," ujar Maura Linda Sitanggang, Dirjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan dalam Katadata Forum bertajuk “Terobosan Baru Kurangi Ketergantungan Bahan Baku Obat Impor” di Jakarta, Kamis (22/2).

Menurut Maura, Kementerian Kesehatan juga akan mendorong pengembangan industri farmasi nasional. Langkah ini diberikan melalui fasilitasi, regulasi yang mendukung, serta melalui koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Caranya dengan memberi insentif untuk investasi pada pembangunan fasilitas bahan baku lokal farmasi.

Termasuk keringanan pajak penghasilan, pengembalian pajak, dan bentuk insentif lainnya. Keberadaan payung hukum dan iklim investasi yang kondusif diharapkan dapat mendorong pengembangan industri farmasi . "Ini merupakan bagian dari roadmap industri farmasi,” ujar Maura.

Perusahaan yang telah mengembangkan obat biologi adalah PT. Kalbio Global Medika (KGM). Perusahaan ini telah membangun pabrik bahan baku obat biologi sekaligus memproduksi obat biologi di Cikarang, Jawa Barat. Di area seluas 11.000 meter persegi, perusahaan itu memproduksi bahan baku obat biologi melalui dua jenis proses: roller bottle dan bioreactor. Perusahaan ini berencana berproduksi tahun ini. “Produk obat biologi masih ditujukan untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri, lalu kemudian merambah ke ASEAN,” ujar Sie Djohan, Direktur PT Kalbe Farma Tbk dalam acara yang sama.

Agus Setiyanto