PHK Massal Koran Sindo dan Tabloid Genie

INDEPENDEN, Jakarta - Salah satu pegawai staf Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi sibuk menghubungi Manajemen Koran Sindo atau PT Media Nusantara Indonesia  (MNI), perusahaan yang menaungi media cetak harian ini. Sejumlah nomor telepon dihubungi, tapi tak ada yang merespon. Semua mata yang mengisi ruang rapat di salah satu gedung Kementerian Tenaga Kerja fokus pada panggilan tak terjawab itu. "Sampai saat ini, kami sudah berusaha mengundang manajemen PT MNI dan Koran Sindo, supaya pertemuan ini lebih berimbang. Tapi memang belum ada jawaban," kata John Daniel Saragih, Direktur Penyelesaian Perselisihan Hubungan Perindustrian, Kementerian Ketenakerjaan dan Transmigrasi, Rabu (5/7).

Surat undangan Nomor: Und 452/ PHIJSK/ VII/ 2017 yang dilayangkan Kemenaker kepada PT MNI itu tertanggal 3 Juli 2017. Agenda pertemuan  adalah klarifikasi persoalan ketenagakerjaan yang menimpa pekerja Koran Sindo dan Tabloid Genie. Kedua media ini masing-masing berada di bawah PT MNI dan PT MNI Global, anak perusahaan Grup MNC yang saham mayoritasnya dimiliki pengusaha sekaligus politikus Hary Tanoesoedibjo.

Pertemuan akhirnya dilanjutkan dengan mendengarkan keterangan dari LBH Pers, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Federasi Serikat Pekerja Media (FSPM) Independen yang menjadi kuasa buruh Sindo dan Tabloid Genie dan Tabloid Mom and Kiddie. Berdasarkan laporan yang diterima Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers, sedikitnya 300 karyawan dari Grup MNC mengalami PHK sepihak.  "Ini PHK massal terbesar industri media tahun ini yang tidak sesuai dengan prosedur hukum," kata Asep Komarudin, Kepala Divisi Riset dan Jaringan LBH Pers ditemui Indepeden usai pertemuan.

Karyawan Harian Sindo yang di-PHK diantaranya Biro Sumatera Utara, Biro Sumatera Selatan, Biro Jawa Tengah-Yogyakarta, Biro Jawa Timur, Jawa Barat, Sulawesi Selatan dan Biro Sulawesi Utara.

Asep menambahkan pengusaha media seharusnya tak sewenang-wenang menutup operasi perusahaan dengan alasan perubahan strategi bisnis. "Sebagian dari mereka di-PHK, ada yang dimutasi dan ada yang tetap diperkerjakan. Tapi tak ada kejelasan sama sekali," kata Asep.

Selain Koran Sindo, anak perusahaan MNC lainnya, yaitu Tabloid Genie dan Tabloid Mom and Kiddie di bawah naungan PT MNI Global juga berhenti beroperasi per Juli 2017. Dari 100 pekerja, sebanyak 42 orang mengalami nasib serupa, di-PHK. Gilbert, salah satu pekerja di Tabloid Genie, yang hadir dalam pertemuan itu menyayangkan tanggung jawab perusahaan yang tidak sesuai Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan terkait pemutusan hubungan kerja. 

"Mereka bukan memberi pesangon, tapi uang tali kasih. Jumlahnya di bawah ketentuan perundang-undangan," kata Gilbert. Tabloid Genie dan Tabloid Mom and Kiddie di bawah kendali istri Hary Tanoesoedibjo, Liliana Tanoesoedibjo, sebagai komisaris. . 

John Daniel Saragih berjanji  akan memanggil kembali manajemen dari PT MNI dan PT MNI Global. Pertemuan klarifikasi akan dilakukan Senin pekan depan (10/7). "Kalau tidak datang juga, nanti kita proses supaya difasilitasi," katanya.

Muhammad Irham