Pekerja Koran Sindo Mulai Diberikan Pilihan Mutasi 

Pekerja Koran Sindo Mulai Diberikan Pilihan Mutasi 

foto: Irham l Independen.id

Diskusi PHK Massal MNC Grup: Modus-modus Pemecatan Buruh oleh Bos Media' di Sekretariat AJI Jakarta, Jakarta Selatan.

INDEPENDEN, Jakarta - Buruh media di bawah naungan MNC Group yang sebelumnya diPHK secara sepihak sebagian mulai diberikan pilihan manajemen untuk dimutasikan kerja. Kebijakan ini dianggap masih merugikan pekerja yang sebelumnya diPHK.

Menurut Pengurus Divisi Serikat Pekerja Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, Joni Aswira, hal ini berlaku di sejumlah biro Koran SINDO. "Ini pola yang dilakukan oleh manajemen Group MNC yaitu memutasi ke unit lain. Ada yang awalnya dibagian produksi bisa dimutasi menjadi sales," katanya, Sabtu (15/07) saat diskusi bertajuk 'PHK Massal MNC Grup: Modus-modus Pemecatan Buruh oleh Bos Media' di Kalibata, Jakarta Selatan.

Joni mengatakan, perkembangan saat ini seratusan buruh Koran SINDO di sejumlah daerah seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Barat, Palembang, Medan, Manado dan Makassar masih melakukan negosiasi bipartit. "Tapi ada juga yang akan melakukan negosiasi tripartit, yaitu di biro Palembang dan Jawa Timur," katanya.

Menurut Pakar Hukum Ketengakerjaan, Odie Hudiyanto pola mutasi ini bisa dilakukan. Akan tetapi pekerja yang dimutasi harus diPHK di terlebih dahulu oleh perusahaan sebelumnya secara resmi dan diberi pesangon. "Apalagi kalau dimutasi ke PT yang berbeda. Ini merugikan pekerja karena bisa nanti dihitung mulai bekerja dari nol lagi," katanya.

Seperti diketahui, Juli lalu setidaknya 300an pekerja Koran SINDO di bawah PT Media Nusantara Informasi (PT MNI) anak perusahaan Grup MNC diPHK secara sepihak. Mereka mengaku tidak mendapatkan pesangon sesuai dengan ketentuan ketenagakerjaan.

Selain PT MNI, puluhan pekerja anak perusahaan Grup MNC di bawah PT Media Nusantara Informasi Global juga diPHK. Mereka bekerja di Tabloid Genie dan Tabloid Mom and Kiddie. Mereka juga tidak beri pesangon sesuai ketentuan perundang-undangan. Saat ini prosesnya masih dalam proses negosiasi antara manajemen.

Salah satu pekerja di Tabloid Genie, Jack Newa mengaku sudah lima kali melakukan pertemuan dengan pihak manajemen. Akan tetapi belum ada kesepakatan antara pekerja tentang besaran pesangon yang harus dibayarkan. "Pekan depan kami masih akan melakukan negosiasi dengan manajemen," katanya.

Menurut Ketua Federasi Serikat Pekerja Media Independen (FSPMI), Sasmito, meminta manajemen semestinya menyelesaikan persoalan ini sesuai ketentuan perundang-undangan. Sasmito merupakan salah satu orang yang diberi kuasa para pekerja di bawah Grup MNC untuk menyelesaikan sengketa ketenagakerjaan. "Kami sudah melakukan dua kali pertemuan dengar pendapat dengan pihak Kemenakertrans. Mudah-mudahan dari pihak manajemen sudah bisa menyelesaikan persoalan ini sebelum akhir bulan," katanya.

Sasmito melanjutkan, persoalan ketenagakerjaan yang melanda perusahaan politikus Hary Tanoe ini bisa jadi momentum bagi pekerja media untuk berserikat. Dengan berserikat pekerja bisa melakukan negosiasi dengan kompak. "FSPMI masih merencanakan untuk membuka posko bagi pekerja media untuk mendirikan serikat pekerja. Nanti kami daftarkan secara massal," katanya.

M. Irham