Ngarit: Menggadaikan Idealisme

Embed from Getty Images

foto: Uppercut Images I Getty Images

ilustrasi

Independen -- Fenomena wartawan penerima gratifikasi, menerima sejumlah uang dari narasumber, atau bahkan memperjualbelikan berita, juga terjadi di Bali. Tindakan itu jelas melanggar kode etik jurnalistik. Fenomena ini muncul karena bisnis media yang tidak mendapat pengawasan dari sisi ketenagakerjaan. 

Di sisi lain, jurnalis yang seharusnya paham dengan hak-hak sebagai pekerja tidak mengambil sikap ketika perusahaan tidak memberikan gaji, hanya memberikan kartu pers, dan memaksa tugas jurnalis sekaligus sebagai marketing iklan. Memutus mata rantai ini perlu dilakukan karena berdampak tidak hanya pada etos kerja, membunuh kompetensi, dan yang utama dapat berpotensi melanggar hak masyarakat mendapat informasi yang benar. Selengkapnya baca: Ngarit Balada Wartawan Mencari Ceperan.