SEAPA Akan Luncurkan Data Kekerasan Jurnalis Asia Tenggara 

SEAPA Akan Luncurkan Data Kekerasan Jurnalis Asia Tenggara 

foto: Agus Setiyanto I Independen.id

Salah satu sesi diskusi dalam 4M Asia Forum, Sabtu-Minggu (7-8/4) di Jakarta

Indepeden, Jakarta -- Ancaman kemerdekaan pers yang terjadi di beberapa negara di Asia Tenggara menjadi perhatian banyak pihak. Raymund Villanueva, jurnalis dari radio Kodao Productions Philippine mengatakan perlu kerja sama antarmedia dan jurnalis untuk menghadapi kondisi itu. Bentuk kerja sama itu, katanya, tak sekadar dalam berbagi konten dan sumber daya manusia. 

Tapi juga solidaritas pada upaya mempertahankan kebebasan berekspresi dan pers di negara masing-masing. Kerja sama seperti ini penting agar demokrasi serta HAM selalu terjaga di masyarakat. "Kalau ada wartawan kena masalah, semua wartawan harus saling menolong. Semua wartawan dari beragai platform harus saling bekerja sama," ujar dia saat pertemuan 4M Asia, Sabtu-Minggu (7-8/4) yang diselenggarakan CFI Media Development dan AJI Indonesia di Jakarta.  

Sementara itu Southeast Asian Press Alliance (SEAPA) berencana meluncurkan data base kekerasan terhadap jurnalis pada World Press Freedom Day (WPFD), 3 Mei 2018 mendatang. Hal tersebut diungkapkan oleh Kathryn Raymundo, Alerts Officer SEAPA. 

Data base tersebut, menurut Kathryn, berasal dari kumpulan berita yang sudah dipublikasikan sejak 2017 lalu. "Ada lebih dari seribu artikel tentang serangan, ancaman yang dihadapi jurnalis se Asia Tenggara," katanya. 

Kathryn mengatakan salah satu tantangan yang SEAPA hadapi adalah menyusun standar kategori untuk dijadikan data base. Dia menambahkan, ada sekitar enam kategori dalam data base tersebut. Di antaranya, sensor pemberitaan, pembunuhan, dan gugatan hukum.

Untuk kebutuhan data basenya, Kathryn mengaku menggunakan beberapa perangkat Google. Namun, demi keamanan data, SEAPA menerapkan beberapa langkah. “Kami terus berkomunikasi dengan Google untuk sistem kemanan,” katanya.
 
Tujuan pembuatan data base tersebut, lanjut Kathryn adalah untuk membantu memberikan informasi dengan pendekatan berbasis data. Untuk itu, Kathryn juga keterlibatan banyak pihak dan jurnalis. 

Agus Setiyanto I Mega I YHM