Tiga Pendaki Universitas Airlangga Menjejakkan Kaki di Puncak Denali, Alaska

Tiga Pendaki Universitas Airlangga Menjejakkan Kaki di Puncak Denali, Alaska

foto: Dok. Wanala

Perjalanan Tim Airlangga Indonesia Denali Expedition (AIDeX) menuju puncak Denali.

Jakarta -- Setelah melewati perjalanan hampir 12 jam, tim Airlangga Indonesia Denali Expedition (AIDeX), Unit Kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam Wanala Universitas Airlangga berhasil menjejakkan kaki di puncak tertinggi Gunung McKinley atau Denali (6.164 mdpl), Alaska, Amerika Serikat, 15 Juni pukul 14.05 WIB.

Ketiga atlet itu adalah Muhammad Faishal Tamimi (mahasiswa Fakultas Vokasi/2011), Mochammad Roby Yahya (mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan/2011), dan Yasak (alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik). Mereka tim kelima yang dibentuk untuk melanjutkan misi pendakian Seven Summit, tujuh puncak tertinggi di dunia, yang telah dirintis sejak 1994.  

“Keberhasilan tersebut merupakan buah manis persiapan yang dirintis sejak Oktober 2015,” kata Wahyu Nur Wahid, Manager Airlangga Indonesia Denali Expedition dalam press release yang diterima Independen, kemarin.

Empat tim berbeda, sebelumnya, berhasil menyelesaikan pendakian Puncak Carztenz Pyramid (Indonesia/1994), Kilimanjaro (Tanzania/2009), Elbrus (Rusia/2011), dan Aconcagua (Argentina/2013).

Ketiga atlet AIDex (dari kiri-kanan) Yasak, Mochmmad Robby Yahya, Muhammad Faishal Tamimi. Foto: Dok. Wanala.

Wakil Rektor I Universitas Airlangga, Djoko Santoso mengapresiasi keberhasilan tim menyelesaikan pendakian di salah satu gunung tertinggi di dunia itu. “Hasil perjuangan yang membanggakan tersebut tak lepas dari keberanian memasang target tinggi,” katanya, “Perjuangan selama mempersiapkan hingga pendakian layak menjadi contoh bagi generasi yang akan datang.”

Perjalanan menuju puncak Denali dari kamp lima dimulai pada pukul tiga dini hari Kamis (15/6) waktu Indonesia. Untuk mencapai puncak, pendaki menempuh jarak sejauh 2,5 mil. Pendakian dari kamp lima menuju puncak Denali diperkirakan akan berlangsung selama tujuh jam.

Namun, anomali cuaca dan hujan salju dengan ketebalan mencapai 27 sentimeter menyebabkan perjalanan menjadi lebih lama. Selain itu, temperatur di puncak Denali mencapai minus 47 derajat celcius.

Posisi Gunung Denali, Alaska. Sumber Wikipedia. 

Selama pendakian tim menggunakan teknik pendakian moving together, mendaki bersama-sama yang dihubungkan dengan tali. Ketika melakukan summit attack para atlet juga membawa beban seberat sepuluh kilogram yang terdiri dari peralatan keamanan, obat P3K, logistik, bendera, alat dokumentasi, dan perlengkapan pribadi karena tidak ada porter.

Pendakian yang dimulai sejak 21 Mei lalu, direncanakan selesai pada 9 Juni. Faktor suhu dan cuaca, hingga pada 15 Juni lalu tim dapat menyelesaikan target pendakian. Suhu di Denali berkisar antara minus 2-67 derajat celcius.

Ketebalan salju juga mencapai setinggi lutut orang dewasa. “Salju yang tebal itu juga menghadang tim sebelum mencapai kamp pertama di ketinggian 7.600 kaki,” kata Wahyu. Setelah ekspedisi Denali, ekspedisi selanjutnya adalah puncak Vinson Massif, Antartika serta Everest, Himalaya.

Y. Hesthi Murthi