Gus Dur, Munir, Dan Dandhy Dwi Laksono

Gus Dur, Munir, Dan Dandhy Dwi Laksono

foto: degorontalo.co

Foto Ilustrasi IST

INDEPENDEN.ID - Kalimat yang diucapkan Gus Dur dan sering dijadikan mantra oleh anak-anak ideologisnya ini, adalah analogi yang cocok untuk disematkan kepada orang-orang yang mengaku pejuang demokrasi, terlebih mereka yang punya kuasa, namun anti kritik, merasa namanya tercemar oleh polusi kata-kata, lalu menggunakan pasal karet untuk memenjarakan pendapat orang lain.

Gus Dur adalah contoh bagaimana ketika ia berkuasa, dicaci maki, dikritik habis-habisan, bahkan dihina fisiknya, namun tak pernah balik mengancam memenjarakan kata-kata orang yang membencinya.

Gus Dur juga adalah contoh bagaimana ketika perbedaan pendapatnya dibalas dengan cara-cara yang tidak lazim. Sebagaimana kita ketahui, Gus Dur yang masa kekuasaannya hanya 22 bulan itu, ketika berbeda pendapat dengan para elite politik, termasuk militer, justru dicabut mandatnya sebagai presiden melalui kekuatan politik dahsyat di MPR dan mendapuk wakilnya, Megawati Soekarnoputri, sebagai presiden. Selengkapnya: Gus Dur, Munir, Dan Dandhy Dwi Laksono