Pemimpin Baru Aliansi Jurnalis Independen

Pemimpin Baru Aliansi Jurnalis Independen

foto: Dokumen AJI

Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal AJI Indonesia periode 2017-2020, Abdul Manan (Tempo) dan Revolusi Riza (CNN Indonesia TV).

Independen --- Aliansi Jurnalis Independen (AJI) merampungkan perhelatan Kongres ke X di Solo, Jumat-Senin(24-27/11) lalu. Peserta kongres perwakilan 37 AJI di tingkat kota menyepakati secara aklamasi Abdul Manan (Tempo) dan Revolusi Riza (CNN Indonesia) sebagai Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) AJI untuk periode 2017-2020, minus AJI Langsa yang tidak mengirimkan delegasinya.'

Abdul Manan mengatakan program kerja selama tiga tahun ke depan adalah penguatan kapasitas 38 AJI kota dan anggota, serta meningkatkan posisi tawar AJI. "Baik buruk AJI sangat dipengaruhi AJI Kota," ujarnya saat memberikan pidato kunci setelah pemilihan yang berakhir Senin dini hari itu. Selengkapnya baca Acehkita: Abdul Manan - Revo Pimpin AJI 3 Tahun ke Depan. 

Sejumlah keputusan penting lahir saat kongres yang berlangsung di Hotel Sunan Solo ini. Di antaranya AJI menerima jurnalis mahasiswa sebagai anggota. Abduk Manan mengatakan pertimbangan menerima jurnalis mahasiswa sebagai angota adalah untuk menularkan idealisme pers dan AJI sejak dini. Selain itu peserta kongres ini juga menyepakati kode prilaku untuk anggota AJI yang akan berlaku satu tahun sejak disahkan. Selengkapnya baca: AJI Miliki Ketua Baru dan Kode Prilaku.

Selain menggelar kongres, AJI juga menggelar Festival Media yang berlangsung di Grha Solo Raya. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara hadir membuka acara ini. Puncak acara pembukaan yang dihadiri jurnalis dari berbagai daerah, mitra dan partner AJI serta masyarakat ini juga diumumkan pemenang penghargaan Indonesia Data Driven Journalism IDDJ Award 2017. Kegiatan ini diselenggarakan atas kerja sama AJI, Kantor Sekretariat Presiden (KSP) dan Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN) untuk mendorong pemanfaatan data dalam karya jurnalistik. 

Pembukaan Festival Media AJI di Grha Solo Raya dihadiri Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika (dua dari kanan), Kamis (23/11) pekan lalu. Dok. Independen.

Independen.id terpilih sebagai pemenang kategori online, CNN Indonesia TV meraih penghargaan untuk kategori TV, Kompas menjadi pemenang kategori cetak, Majalah Himmah (Universitas Islam Indonesia) Yogyakarta menjadi juara kategori mahasiswa dan tulisan Humas Kemensos sebagai pemenang kategori humas. Satu kategori radio nirpemenang tahun ini. "Karena seddikit karya jurnalis diterima panitia dan radio yang sesuai dengan kualifikasi juri," ujar  Robertus Theodore, Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden yang hadir saat penyerahan hadiah. 

Karya jurnalistik Independen.id yang mendapat penghargaan ini adalah Sunat Perempuan Tradisi Kekerasan yang DipeliharaPertarungan Aturan Sunat Perempuan,  Sunat Perempuan di Masyarakat. Tingkat Prevalensi Sunat Perempuan Berdasarkan Area,

Muhammad Irham mantan editor Independen.id menerima hadiah juara satu kategori online dari Robpertus Theodore dari KSP, Kamis, (23/11) pekan lalu. (Dok. AJI)

Sejumlah AJI kota dan media seperti Suara.com, VOA membuka stand dan menghias stand sesuai dengan tema besar pameran media kali ini yaitu "Jurnalisme Damai, Jurnalime Keberagaman". Workshop beragam tema untuk jurnalis dan masyarakat juga digelar dalam perhelatan yang ditujukan untuk meliterasi masyarakat tentang media ini. 

Salah satu workshop yang membahas tantangan jurnalis meliput daerah konflik dengan pembicara Desi Fitriani mendapat perhatian dari pengujung. Wartawan senior Metro TV yang telah melanglang buana melakukan peliputan di area konflik ini menyampaikan pengalamannya. Selengkapnya baca: Independensi, Tantangan Jurnalis Meliput di Wilayah Konflik.

​​​​​​Keriuhan pun terjadi saat makan malam bersama yang diselenggarakan panitia di Lokananta, pusat rekaman pertama di Indonesia yang didirikan pada 1956 di Solo. Selengkapnya:Kisah Kuliner Khas Solo dan Revolusi Industri Keempat.