Gawai dan Paparan Pornografi pada Anak

Embed from Getty Images

foto: ROMEO GACAD/AFP/Getty Images

Independen, Jakarta --- Kekerasan seksual yang dilakukan anak pada anak yang lain diterangai karena paparan pornografi melalui gawai pintar (smartphone). Tidak hanya itu, dalam penelitian ECPAT Indonesia terbaru seputar pornografi di kalangan anak-anak menunjukkan, "Anak-anak yang telah terpapar pornografi melakukan kekerasan seksual pada anak lainnya," ujar Prof Irwanto, perwakilan ECPAT  Indonesia, dalam konferensi pers Internet Aman untuk Anak, di Pullman Hotel Jakarta Pusat, Selasa (6/2). 

Penelitian ini dilakukan di enam daerah yaitu Garut (Jawa barat), Karang Asem (Bali), Gunung Kidul (Yogyakarta), Nias Selatan (Sumatera Utara), dan Kota Bukit Tinggi (Sumatera Barat). 

Mengutip hasil survei yang dilakukan PornHub, Irwanto mengatakan selama 2015 dan 2016 Indonesia menduduki ranking kedua di dunia setelah India sebagai pengakses konten pornografi.  Dari jumlah ini, 74 persen adalah generasi muda.
 
Sementara menurut data Biro Pusat Statistik 2017, pengguna internet di Indonesia mencapai 132 juta orang. Dari jumlah ini, anak-anak  berusia 10-14 tahun yang mengakses internet mencapai 768 ribu orang. Sedangkan remaja berusia 15-19 yang mengakses internet mencapai 12,5 juta. 

Survei lain yang dilakukan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan pelajar SMP dan SMA yang  mengakses konten pornografi mencapai 97 persen. Karena itu Irwanto mendorong keterlibatan masyarakat untuk mewujudkan internet yang aman untuk anak. “Ini situasi genting," ujar Prof Irwanto. 

Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rudiantara yang hadir dalam diskusi tersebut mengatakan lembaganya memiliki beberapa pendekatan dalam penanganan internet. Yaitu literasi dan penyediaan situs-situs yang dapat diakses serta menjadi sumber informasi bagi anak-anak. Rudiantara mengklaim telah menyediakan 289 ribu situs seputar pendidikan untuk anak-anak. "Upaya terakhir adalah pemblokiran kepada situs-situs yang berbahaya bagi anak," ujarnya. 

Data Kominfo saat ini, terdapat terdapat 70 ribu situs porno dengan 150 di antaranya melibatkan anak-anak. Pemerintah terus berupaya menghilangkan situs-situs negatif tersebut dari internet. Sedangkan konten porno yang tersebar di media sosial, Rudiantara mengatakan lembaganya belum memiliki data. 

Karena itu Shito Nugroho dari Google Indonesia mendorong Kominfo terus berupaya menjadikan internet sebagai tempat yang aman bagi anak-anak.  Sedangkan Google, kata Shito, akan terus membangun pengaturan keamanan dalam semua produk-produknya untuk memerangi konten pornografi di internet.

Agus Setiyanto