Bandar Narkoba Incar Konsumen Anak di Media Sosial

Bandar Narkoba Incar Konsumen Anak di Media Sosial

foto: pixabay.com

ilustrasi

Independen, Jakarta -- Anak-anak semakin rentan terpapar nakotika dan obat-obatan terlarang alias narkoba. Data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menunjukkan dari 87 juta anak, sebanyak 5,9 juta telah terpapar obat-obatan terlarang. Dari jumlahp itu, tercatat 1.620.000 anak dilibatkan sebagai pengedar narkoba. “Jumlah ini sangat mengkhawatirkan,” ujar Sitti Hikmawatty, Komisioner Bidang Kesehatan Narkotika Psikotropika dan Zat Adiktif (Napza)  KPAI di Jakarta, Selasa (6/3).

Ia mengatakan bandar narkoba sengaja melibatkan anak-anak karena memanfaatkan celah hukum proses pidana anak-anak. Mereka memanfaatkan aturan diversi, pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana.  

Karena itu KPAI mendesak aparat penegak hukum lebih jeli mengusut kasus peredaran narkoba yang melibatkan anak-anak. “Tercatat 22 anak dijadikan kurir narkoba,” ujar Komisioner Anak Berhadapan dengan Hukum KPAI, Putu Elvina menambahkan.

Deputi Bidang Pencegahan Badan Narkotika Nasional (BNN), Irjen Pol. Ali Djohardi membenarkan pengguna narkoba di usia 18 tahun ke bawah cenderung naik dari tahun ke tahun. Ia mengatakan keterlibatan anak dalam lingkaran narkoba lantaran pergaulan anak di luar sekolah.

Selain itu akses internet pada anak-anak memudahkan paparan narkoba. Banyak anak, ditengarai membeli maupun menjual narkoba melalui aktivitas di media sosial. “Ini merupakan faktor utama sebagian besar anak berkenalan dan coba-coba menggunakan bahan-bahan berbahaya tersebut,” ujarnya. Hingga Maret 2018 ini, BNN sudah menemukan 71 jenis narkoba baru.

Moriana Hutabarat, Kepala Sub Direktorat Pengawasan Produk Tembakau Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengingatkan orangtua waspada peredaran narkoba di kalangan anak-anak. Satu cara paling gampang ialah mengajarkan anak-anaknya lebih hati-hati menerima pemberian makanan atau minuman dari orang asing.

Senada dengan KPAI dia mengingatkan orangtua memantau aktivitas anak-anak di media sosial. “Jangan biarkan anak-anak galau di internet. Pengedar narkoba sedang menyasar anak-anak yang galau di medsos,” ujar Moriana.

 

Agus Setiyanto I YHM