• Kamis, 8 Februari 2024
  • 14.00 - 16.00 WIB
  • Live Streaming: YouTube AJI Indonesia

"Bagaimana Kebebasan Sipil Mempengaruhi Pemilu di Asia?"

Kawan-kawan, ruang sipil merupakan landasan terciptanya masyarakat yang terbuka dan demokratis. Dengan begitu warga dapat leluasa berorganisasi, berpartisipasi dan berkomunikasi tanpa hambatan. Masyarakat dapat menuntut hak hingga mempengaruhi struktur politik. Kondisi tersebut hanya mungkin terjadi jika suatu negara menjunjung tinggi perlindungan HAM serta berkomitmen memastikan tiga hak sipil dan politik warga terpenuhi: berserikat, berkumpul secara damai dan bebas mengekspresikan pendapat.

Namun, penelitian CIVICUS Monitor--yang melacak dan menilai kondisi ruang sipil di 198 negara serta wilayah--menemukan kemunduran kondisi ruang sipil dari tahun ke tahun. Laporan "People Power Under Attack 2023' mengungkap bahwa hampir sepertiga populasi dunia kini tinggal di negara-negara dengan ruang sipil yang 'tertutup'.

Di Asia, penelitian yang sama mendapati 16 dari 25 negara tergolong 'tertutup' (closed) atau 'tertindas' (repressed). Indonesia termasuk negara dengan ruang sipil yang dinilai 'terhalang' (obstructed). Sepanjang 2023, pihak berwenang terus menggunakan regulasi seperti UU ITE atau UU No 1/1947 untuk membatasi pembela HAM dan mengintimidasi dengan tuduhan pencemaran nama atau penyebaran berita bohong.

Jurnalis menjadi sasaran pelecehan, intimidasi dan penyerangan. Protes warga sipil direspons dengan penangkapan sewenang-wenang dan kekerasan berlebihan dari polisi, khususnya di Papua.

Situasi kebebasan sipil yang memburuk ini mengkhawatirkan bagi negara yang akan menggelar Pemilu seperti Indonesia. Karena itu AJI Indonesia bekerja sama dengan CIVICUS akan mengajak Anda untuk mendiskusikan topik: "Bagaimana Kebebasan Sipil Mempengaruhi Pemilu di Asia?".

Live Streaming: YouTube AJI Indonesia

Daftarkan kehadiranmu: bit.ly/webinar-kebebasansipil

Catatan:
Webinar akan digelar secara online menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa utama. Tapi penyelenggara menyediakan intrepreter untuk menerjemahkan isi pembicara dari Bahasa Indonesia ke Inggris, atau sebaliknya dari Inggris ke Indonesia.