Bahasa Daerah Terancam Hilang

Bahasa Daerah Terancam Hilang

foto: Dok: Givari Jokowali/Terakota.id

Adegan drama musikal di Malang dalam rangka melestarikan bahasa prokem Malang.

Independen--- Mudahnya akses internet ditambah dengan siaran TV secara nasional memberi pengaruh negatif pada perkembangan bahasa daerah, khususnya orang muda. Mereka lebih sering terpapar bahasa Indonesia maupun bahasa asing. Kesempatan menggunakan bahasa daerah makin sedikit.  Lambat laun bahasa daerah akan punah. Bahkan di sekolah yang mempunyai kurikulum lokal seringkali tidak memanfaatkan ini. Seperti di Ternate, kurikulum muatan lokal justru lebih banyak diisi Baca Tulis Al Quran dan di pulau sebelah Tidore  , pelajaran bahasa daerah sudah dihapuskan sama sekali. Diperkirakan dalam 30-50 tahun mendatang, bahasa daerah di Maluku Utara akan hilang. Berita ini dapat dibaca lebih dalam di Agar Bahasa Daerah di Maluku Utara Tidak Hilang Tergerus Zaman.

Sementara itu di Malang, upaya melestarikan bahasa daerah khususnya bahasa prokem "walikan Malang" dilakukan dalam drama musikal kisah perjuangan merebut kemerdekaan. Malang dikenal dengan bahasa "walikan" atau membaca terbalik. Ternyata tradisi bahasa "walikan" ini ada kaitan erat dengan sejarah perjuangan kemerdekaan di Malang. Bahasa "walikan" kala itu adalah pembeda antara kawan atau lawan. Simak liputannya di  Kisah Boso Walikan dan Sejarah Perjuangan Kemerdekaan (D002).