Perkawinan Anak di Gunungkidul Meningkat Drastis

Perkawinan Anak di Gunungkidul Meningkat Drastis
Foto: foto: jurnalgunungkidul.com/Triyo Handoko
Rumi Hayati, Kepala Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Pendampingan dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak , Kabupaten Gunungkidul

Independen  --- Perkawinan anak menjadi masalah yang sosial budaya di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Namun pada kurun waktu 2015-2017 angka perkawinan anak sempat turun, dengan ditunjukkan turunnya data permohonan dispensasi perkawinan anak pada pengadilan.

Tapi angka ini naik lagi sejak tahun 2018 sampai 2020 ini. Bahkan per Agustus 2020, permohonan dispensasi jumlahnya (170 permohonan), sudah hampir menyamai angka tertinggi tahun 2012 yaitu 172 permohonan. 

Ada banyak penyebab, seperti dinaikkannya usia minimal pernikahan dari 16 tahun menjadi 19 tahun oleh PEMA no 5 / 2019. Namun ini tidak menjadi sebab tunggal. Kinerja pemerintah daerah juga dituding menjadi penyebab naiknya perkawinan anak.

Simak liputan mendalam tentang Perkawinan Anak di Gunung Kidul dari Triyo Handoko di sini : Gadis Pantai Selatan dalam Jebakan Perkawinan Anak

Data Lainnya