Pilah Sampah oleh Pemerintah Kota Bandung

Pilah Sampah oleh Pemerintah Kota Bandung
Foto: foto: Suara Pembaharuan/Adi Marsela

Independen  --- Pemilahan sampah adalah solusi untuk mengurangi dampak negatif dari masalah sampah, namun jarang dipraktekkan. Hanya bergema dalam ruang seminar, kalaupun ada yang menjalankan baru pada tingkat komunitas masyarakat. Pada skala kota/kabupaten, meskipun ada warga yang memilah sampah, tetapi ketika diambil Dinas Kebersihan dicampur jadi satu dan bermuara di Tempat Pembuangan Akhir. 

Sejak tahun 2019 Pemerintah Kota Bandung serius melaksanakan program pemilahan sampah. Meskipun belum semua kelurahan di Bandung, tetapi inisiatif ini adalah langkah besar, khususnya di antara ratusan pemerintah daerah. Petugas kebersihan diminta mensosialisasikan pemilahan sampah organik dan anorganik, lalu pada hari-hari tertentu mengambil sampah jenis tertentu. Hasilnya sudah bisa dilihat, terjadi penurunan prosentase pertambahan volume sampah di kota Bandung dalam beberapa bulan ini. 

Namun penanganan sampah tidak berhenti di situ. Pemerintah pusat dan provinsi mempunyai program sampah untuk pembangkit energi. Kebutuhan volume sampah tinggi, maka dibautlah penanganan sampah regional. Nantinya sampah dari kota Bandung dan kabupaten/kota lain di Bandung Raya (seperti kota Cimahi, Kabupaten Bandung, dll) akan mengirimkan sampahnya ke satu lokasi terpadu. Masalahnya, biaya penanganan sampah menjadi listrik ini cukup tinggi. Pemerintah Kota Bandung harus membayar lebih tinggi dibandingkan jika fokus pada program pemilahan sampah. Karena pemilahan sampah ini justru menekan biaya operasional. 

Bagaimana gambaran persoalan sampah di kota Bandung, disajikan secara detil oleh Adi Marsela dalam liputan berseri di harian cetak Suara Pembaharuan selama 4 hari dari tanggal 19-22 Oktober 2020. Baca liputan ini lewat image di bawah ini.  

 

 

 

 

 

Data Lainnya