Indonesia 10 Besar Campak Rubella

Indonesia 10 Besar Campak Rubella

foto: Dok: Bayu/Independen.id

Independen – Sampai minggu akhir September 2018, cakupan imunisasi  campak Measles-Rubella (MR) baru mencapai 50,05% dari target 31,9 juta anak yang berada di 28 provinsi selain di pulau Jawa. Enam provinsi di Jawa sudah melaksanakan imunisasi campak rubella ini pada tahun lalu 2017 dan sukses 100%. Namun pada tahun ini, imunisasi mengalami hambatan isu halal haram. 

Aceh menjadi provinsi yang paling lambat melaksanakan  imunisasi  MR. Capaiannya baru 4,96 %. Pemerintah Aceh sempat menunda pelaksanaan imunisasi MR di wilayahnya karena vaksin ini mengandung unsur hewan babi. MUI daerah atau biasa disebut Majelis Pemusyawaratan Ulama (MPU) Aceh akhirnya membolehkan penggunakan vaksin MR, Rabu (19/9) lalu. 

Seperti dikutip dari situs resmi acehprov.go.id, Ketua MPU Aceh, Muslim Ibrahim, menyebutkan MPU memperbolehkan penggunaan vaksin  ini, “Pada masyarakat Aceh, jika dalam  kondisi  darurat, katanya.

“Terkait vaksin rubela ini, kita sepakat vaksin itu haram karena mengandung babi, namun dalam kondisi terpaksa penggunaan vaksin ini diperbolehkan,” ujar Muslim usai mengikuti Rapat Konsultasi terkait vaksin MR di Aula Meuligoe Wakil Gubernur Aceh, Rabu (19/9) lalu. 

Keputusan MPU Aceh ini diharapkan mampu mempercepat imunisasi campak rubella di provinsi ini. Dan mencapai target 95% pada masa perpanjangan sampai 31 Oktober 2018. Begitu juga di beberapa provinsi lain yang masih rendah, seperti di Sumatera Barat, Riau, NTB.  

Indonesia sudah tidak bisa menunda lagi. Karena Indonesia termasuk 10 negara yang memiliki jumlah besar korban campak rubella. Seperti yang terlihat di tabel di bawah ini, selama 4 tahun terakhir dari 2014-2017, rata-rata penderita campak rubella sekitar 2.000 orang. Bahkan tahun 2016 hampir mencapai 3.000 penderita.  

Jika imunisasi tertunda, maka kerugian secara ekonomi juga cukup besar. Menurut Badan Libangkes, Indonesia mengalami kerugian 1,13 triliun pada tahun 2017 karena penyakit campak rubella ini. Bila melihat tabel di bawah, maka kerugian rata-rata per tahun akibat campak rubella ini adalah 1,1 triliun. Bila imunisasi tahun 2018 gagal, dikhawatirkan tahun depan jumlah penderita dan kerugian ekonomi makin besar. 

Irham Duilah