Belum Ada Obat untuk BPJS

Embed from Getty Images

Sejak diluncurkan pertama pada tahun 2014, BPJS Kesehatan selalu mengalami kerugian. Dan semakin tahun semakin besar kerugiannya. Tahun pertama (2014) BPJS Kesehatan defisit Rp3,3 triliun. Tahun berikutnya 2015 defisit mencapai Rp5,7 triliun, begitu seterusnya sampai terakhir tahun 2018 lalu, BPJS Kesehatan defisit menyentuh Rp10,98 triliun. 

Hampir 5 tahun, masalah kerugian BPJS Kesehatan ini belum bisa ditangani, meski problemnya sudah terpetakan. Mulai dari persoalan peserta yang malas bayar iuran bulanan, Pemda yang menunggak pembayaran BPJS PBI (penerima bantuan iuran), hutang ke rumah sakit, kecurangan rumah sakit, fasilitas di kesehatan (Faskes) sampai rumah sakit yang tidak memadai. Pemerintah nampaknya belum mempunyai solusi jitu mengatasi masalah-masalah tersebut, selain dengan suntikan dana dari APBN. 

Di sisi lain, jumlah peserta BPJS ini naik terus. Dalam laporan 1 November 2018, peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah mencapai 205.071.003 jiwa dari jumlah penduduk Indonesia yang diperkirakan berjumlah 263 juta jiwa atau 77% penduduk sudah mengikuti JKN BPJS. Dan tahun 2019 ini pemerintah menargetkan jumlah peserta BPJS mencapai 95%. Ini tren positif, menunjukkan program ini nyata dibutuhkan oleh rakyat. 

Program Jaminan Kesehatan Nasional ini adalah amanat Undang-undang Dasar pada negara untuk melindungi warga negara. Oleh karena itu, pemerintah harus segera menemukan solusi atau obat mujarab untuk menyembuhkan defisit keuangan BPJS Kesehatan. 

Di masa kampanye pemilu nasional, mestinya bagaimana solusi defisit BPJS Kesehatan ini menjadi bahan debat ataupun kampanye calon presiden maupun calon legislatif. Jangan menjadikan BPJS bahan untuk hoax atau "gorengan politik". Partai-partai yang sedang bersaing merebut suara pemilih, sebaiknya berlomba menawarkan solusi untuk BPJS Kesehatan yang manfaatnya sudah dirasakan banyak orang. Jangan sampai kemudian lembaga ini merugi terus setiap tahun, yang berujung pada tidak maksimalnya pelayanan kesehatan pada rakyat. 

Data Lainnya