Dampak Motor dan Ojek Online

Dampak Motor dan Ojek Online

foto: sutriyati/kabarkota.com

Ilustrasi pengemudi ojek online dan penumpang

Independen --- Kehadiran ojek online seperti Gojek, Grab ternyata memberi kontribusi ekonomi yang tidak sedikit. Menurut Lembaga Demograsi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI), ojek online ini mampu menyumbangkan perputaran uang sampai 9,9 trilyun rupiah. Ini merupakan hasil survei akhir 2017 yang mengambil sampel di 9 wilayah. Rata-rata pengojek memperoleh penghasilan 3,31 juta rupiah per bulan. Hal ini juga dikonfirmasi oleh pengakuan pengemudi ojek online di Yogyakarta, yang memilih meninggalkan profesi penjual sayur dan berganti menjadi pengemudi ojek online. Bagaimana detil hasil penelitian UI dan pengakuan para pengemudi ojek online dapat dibaca di  Sisi Lain Go-Jek yang Bikin Takjub Sekaligus Was-was

Sementara itu di kota Denpasar, Bali , keberadaan motor seringkali memberi dampak negatif bagi pengguna jalan yang lain. Menyerobot trotoar, membuat macet jalan, dll. Kehadiran ojek online seperti Grab atau Gojek ternyata tidak mengurangi pengguna motor di Denpasar. Salah satu sebab, tidak semua wilayah terjangkau oleh ojek online, sehingga warga tetap merasa perlu memiliki motor sendiri. SImak opini Satyawati Prasodjo,seorang penulis, dalam artikel Di Bali, Sepeda Motor adalah Dewa Kedua  (ID002).