Nge-Vlog Masakan dan Digital Marketing Go Food

Nge-Vlog Masakan dan Digital Marketing Go Food
Foto: Dok: Panitia Festival Media
Saat workshop UMKM Digital Marketing oleh Gojek Indonesia

Independen  --- Ada dua kegiatan workshop bisnis yang terkait dengan teknologi informasi digelar dalam Festival Media 16-17 November 2019 yang diselenggarakan oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI). Kedua kegiatan ini adalah Workshop UMKM Digital Marketing dan Talk Show Bincang Vlog. 

Talk Show Bincang Vlog diisi oleh Phesi Ester Julikawati, yang memiliki Vlog masalh memasak. Lewat Vlognya, Phesi saat ini meraih pendapatan sampai 10 juta per bulan dari google adsense. “Jalan satu-satunya belajar, harus belajar,” kata Phesi Ester Julikawati saat mengisi acara Festival Media AJI, pada Sabtu (16/11) di Kota Jambi.

Ester mengatakan awalnya tidak tahu soal Google Adsense, tapi dia terus saja menyalurkan hobinya membuat vlog masak memasak. Ketika tahu ada google adsense dia merasa beruntung karena subscribernya banyak dan kini menuai hasil sapat di atas 10 juta sebulan.

“Awalnya maunya mendapat uang untuk sekadar bayar wifi di rumah saja,” kata Phesi sembari terkekeh.

Dia mengatakan untuk konten, pengguna channel tak harus selalu menghibur.

“Dalam riset google pengguna internet membuka youtube bukan hanya untuk hiburan, tapi juga untuk belajar atau mendapatkan informasi,” ungkap Phesi yang juga jurnalis Tempo di Bengkulu ini. 

Sementara ini di hari kedua, 17 November 2019 digelar juga workshop UMKM Digital Marketing yang didukung oleh Gojek. VP Corporate Affairs Gojek Michael Say yang memberikan presentasi,  mengatakan bahwa  GoFood menjadi bisnis paling besar. Dimana Go Food sendiri merupakan layanan pesan antar online makanan terbesar di Asia.  “Bayangkan bagaimana orang Indonesia itu hobi makan. Sebenarnya ini menjadi peluang di Indonesia yang bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Michael menyampaikan bahwa setidaknya ada tiga hal penting yang perlu diperhatikan dalam memulai suatu UMKM Digital. Pertama, sesuai dengan aspirasi Gojek untuk memberikan layanan bermanfaat kepada masyarakat. Maka Gojek sendiri berupaya terus menaik kelaskan UMKM di Indonesia. Seperti mulai dari usaha kecil, menengah, hingga usaha yang lebih besar.  

Selanjutnya, bagaimana usaha yang akan dijalankan itu dapat memecahkan permasalahan sosial dan yang bisa membantu orang lain. “Kemudian yang terakhir kita harus tahu ke siapa akan dijual, tahu apa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Jadi harus tahu karateristik peminatnya dan pelanggannya,” tuturnya.

Untuk diketahui, dampak Gojek terhadap mitra UMKM diantaranya adalah 98 persen responden merasa kemitraan dengan Gojek menguntungkan. Sekitar 93 persen mitra UMKM mengalami peningkatan volume transaksi setelah menjadi mitra GoFood yang rata-rata kenaikan omset UMKM naik 3,5 kali lipat. Sebesar 93 persen UMKM go online pertama kali sejak bermitra dengan GoFood dan 75 persen UMKM menerapkan pembayaran non-tunai pertama sejak menjadi mitra GoFood. (D002)

Ekonomi Lainnya