Terdakwa Korupsi Dibebaskan, ICW Sebut "Dagelan"

Embed from Getty Images

INDEPENDEN, Jakarta - Peneliti ICW, Kurnia Ramadhana menyebut putusan Mahkamah Agung yang membebaskan terdakwa korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Syafruddin Temenggung sebagai pertunjukan lawak. Harapan sebetulnya putusan Syafruddin tetap dihukum, tapi justru dibebaskan.

"Padahal pada pengadilan sebelumnya Syafruddin dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah dalam perkara ini, sehingga yang bersangkutan dijatuhi hukuman selama 15 tahun penjara. Tentu putusan ini akan berimplikasi serius pada tingkat kepercayaan publik pada lembaga peradilan," kata Kurnia dalam keterangan tertulisnya, Selasa (09/07).

Kurnia berharap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak kendor untuk menyidiki kasus ini dengan tersangka lainnya, Sjamsul Nursalim dan Itjih Nursalim. "Sembari mengupayakan memaksimalkan pemulihan kerugian negara sebesar Rp 4,58 triliun," katanya.

Sebelumnya, Mahkamah Agung memutuskan Syafruddin Temenggung tidak melakukan perbuatan pidana dalam pemberian Surat Keterangan Lunas (SKL) kepada Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) pada 2004. Melalui surat ini berdasarkan tuntutan jaksa KPK, pemilik BDNI Sjamsul Nursalim diuntungkan Rp4,58 triliun. Uang ini semestinya dikembalikan kepada negara sebagai konsekuensi pemberian BLBI kepada BDNI.

Sebelumnya, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Syafruddin dihukum 13 tahun penjara, lalu Pengadilan Tinggi DKI Jakarta diperberat menjadi 15 tahun penjara. Setelah itu, di tingkat Kasasi, Syafruddin diputus bebas dengan dalih tidak melakukan perbuatan pidana. 

ID003

Hukum dan HAM Lainnya

"Padahal pada pengadilan sebelumnya Syafruddin dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah dalam perkara ini," kata Kurnia