Publikasi Investigasi Indonesialeaks Sudah Penuhi Kaidah Jurnalistik

Publikasi Investigasi Indonesialeaks Sudah Penuhi Kaidah Jurnalistik

foto: Irham/independen

Konferensi Pers inisiator Indonesialeaks bersama CSO yang menjadi partner, Minggu (14/10)

INDEPENDEN, Jakarta - Lembaga-lembaga inisiator Indonesialeaks menyatakan data skandal perusakan dokumen kasus korupsi impor daging telah diverifikasi tim. Data tersebut dikirim seorang informan sejak Januari tahun ini. 

"Sampai ini terbit, tim sudah melakukan verifikasi," Kata Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, Abdul Manan, Minggu (14/10). AJI adalah salah satu inisiator platform Indonesialeaks.

Abdul Manan melanjutkan, publikasi berita tentang skandal perusakan dokumen korupsi impor daging ini telah mengikuti kaidah-kaidah jurnalistik. Seluruh pihak yang diduga terlibat dalam hal ini telah dikonfirmasi. "Jadilah itulah yang diperiksa tim Indonesialeaks. Semua medianya itu," katanya.

Abdul Manan juga menantang orang-orang yang menuduh berita dari media-media yang berkolaborasi dari Indonesialeaks sebagi hoax atau berita bohong. "Kalau buku merah itu tidak ada, Indonesialeaks layak disebut penyebar hoax. Jadi kalau mau berdiskusi soal hoax, buktikan kalau buku merah itu tidak ada, atau fiktif," tambahnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN), Eni Mulia menegaskan Indonesialeaks merupakan platform bukan media massa. Jadi, Indonesialeaks tidak menerbitkan berita. "Penerbitan bukan dilakukan Indonesialeaks, tapi dari media masing-masing yang berkolaborasi," katanya.

Eni juga mengatakan, Indonesialeaks tidak terkait dengan kepentingan partai politik apa pun. "Ini merupakan platform untuk whistleblower. Untuk memastikan informan itu aman dan nanti tidak dikriminalisasi," katanya.

Sebelumnya, sejumlah media massa yang berkolaborasi dalam Indonesialeaks mengeluarkan liputan bersama tentang skandal perusakan dokumen kasus impor daging yang melibatkan pengusaha Basuki Hariman. Tim Indonesialeaks menerima dokumen yang disebut sebagai buku merah. Di dalamnya termuat sejumlah aliran dana ke penyelenggara negara, termasuk ke petinggi kepolisian.

Dalam liputannya, Indonesialeaks juga menemukan dua eks penyidik KPK tidak diproses meskipun terbukti bersalah. Keduanya justru mendapatkan promosi jabatan ketika ditarik ke Korps Bhayangkara.

Indonesialeaks merupakan platform bagi informan untuk membongkar kasus-kasus yang berhubungan dengan kepentingan publik. Melalui platform ini, informan dijaga kerahasiaan identitasnya sehingga bisa dengan leluasa memberikan informasi sensitif yang dilengkapi dengan dokumen-dokumen pendukung. Indonesialeaks diinisiasi oleh AJI, PPMN dan Tempo Institut dan didukung 9 media massa, termasuk independen.id. ID003