Jodoh Beda Agama Belum Direstui Negara

Jodoh Beda Agama Belum Direstui Negara

foto: Ilustrasi simbol agama-agama

INDEPENDEN - Di Indonesia, menikah beda agama itu ribetnya minta ampun. Bukan cuma soal tantangan dari lingkungan keluarga dan sosial tapi juga soal administrasi. Ikuti curhatan mereka yang sudah menjalani pernikahan beda agama berikut ini:

“Sulitnya Menikah Beda Agama di Indonesia”

Cerita lainnya adalah mereka yang kembali dari Suriah.

Sejumlah orang yang kembali dari Suriah dan bergabung dengan ISIS mengaku kapok. Sebab, iming-iming kesejahteraan dan kemenangan yang ditawarkan ISIS tak seperti yang mereka bayangkan sebelumnya. Liputan ini cukup menarik, karena menggunakan komik bergambar dalam menuturkan wawancara dari narasumber.

Selengkapnya: “Mereka Kembali dari ISIS”

Kelompok Islam Ahmadiyah kerap menjadi sasaran diskriminasi. Tapi kisah ini tidak berlaku di Wonosobo. Mereka bisa hidup berdampingan dengan kelompok agama lainnya. Bagaimana ceritanya?

Selengkapnya: “Ahmadi, Sunni Muslims Live in Peace in Wonosobo”

Olahraga bisa menjadi alat kerukunan beragama.

Voli memang menjadi program andalan dari Desa Tenjowaringin. Bagi desa ini, voli menjadi salah satu ajang silaturami dan alat pemersatu warga Tenjowaringin.

Selain voli, ada beberapa kegiatan bersama yang dimaksudkan untuk mempererat tali silaturahim. Mulai dari kerja bakti, memperbaiki jalan, dan kegiatan sosial lainnya.

Selengkapnya: “Menjaga Toleransi di Tenjowaringin Tasikmalaya”

Rumah ibadah merupakan bagian dari layanan publik. Tapi tak semua pemerintah daerah atau pun pengelola rumah ibadah memikirkan tentang aksesibilitas jemaat dari kalangan difabel. Reporter Ery Chandra dari Tribun Jabar memotret bagaimana aksesibilitas difabel khususnya pengguna kursi roda di Kota Bandung, Jawa Barat untuk berdoa di rumah ibadah.

Selengkapnya: “Tempat Ibadah Ramah Difabel di Bandung Minim, Pengguna Kursi Roda Sulit Masuk”

Pengrusakan Kapel Stasi Santo Zakaria di Desa Mekarsari, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Maret 2018 lalu merupakan kesalahan toleransi. Sebab, pendudukan desa yang mayoritas pendatang, tak pernah memiliki konflik horizontal, apalagi terkait dengan persoalan SARA.

Selengkapnya: “Mengembalikan Semangat Toleransi Desa Mekarsari”

------------

Berita-berita ini merupakan hasil kumpulan berita hasil pelatihan jurnalis dengan tema Media dan Keberagaman yang didukung oleh deutsche welle dan Aliansi Jurnalis Independen Indonesia (AJI).

ID003