Satu Tungku Tiga Batu

Satu Tungku Tiga Batu

foto: KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI

Anak-anak Pondok Baca Brongkendik Distrik Fakfak Tengah Kabupaten Fakfak menggunakan kebaya setelah menari untuk menyambut tamu yang datang di kampungnya

INDEPENDEN, Jakarta - Kalau masih ribut-ribut soal agama, belajarlah dari masyarakat Fakfak, Papua Barat. Di sini mereka mengenal filosofi "Satu Tungku Tiga Batu" yang diturunkan dari nenek moyang sebagai dasar kerukunan masyarakat. Tungku adalah simbol dari kehidupan, sedangkan tiga batu adalah simbol dari "kau", "saya" dan "dia" yang membuhul perbedaan baik agama, suku, status sosial dalam satu wadah persaudaraan.

Selengkapnya: Satu Tungku Tiga Batu, Penguat Toleransi di Fakfak, Papua Barat
 

Banyak orang menyebut Manado sebagai laboratorium kerukunan. Kota ini mampu memelihara kehidupan yang menyejukan bagi warganya.Harmonisasi di sini adalah harga mati. Kendati beberapa kali sempat diguncang isu intoleransi, namun toh ruh “torang samua basudara” mampu merekat sendi silang pendapat.

Beberapa kali Manado sebagai ibu kota Sulawesi Utara diganjar penghargaan kota paling toleran. Penghargaan itu pun bukan hanya milik Manado, tetapi juga representatif keberagaman di Sulut yang terpelihara.

Selengkapnya: Merawat Keberagaman di Sekolah Kristen
 

Masyarakat di Desa Kolongan Tetempangan, Kalawat, Minahasa Utara terbiasa saling menjaga satu sama lain. Termasuk saling berjaga-jaga keamanan di hari besar keagamaan. Misalnya ketika pelaksanaan salat Hari Maulid Nabi Muhammad SAW, umat kristen melakukan penjagaan keamanan. Sebaliknya, ketika tiba hari Natal, umat Islam melakukan penjagaan keamanan di lingkungan sekitar.

Selengkapnya: Panji Yosua: Memupuk Toleransi, Merawat Keberagaman

 

Kelompok Yahudi di Manado, Sulawesi Utara hidup berdampingan dengan masyarakat sekitar. Sebagai kelompok minoritas, kehadiran komunitas Yahudi tak pernah mengalami diskriminasi di sana. Mereka tetap bisa menjalankan ibadahnya meski.

Selengkapnya: Kisah Pemimpin Yahudi dan Toleransi di Sulawesi Utara

Budaya Mappalili di Kabuapten Pangkap, Sulawesi Selatan masih terus dipertahankan. Budaya "turun ke sawah" ini dipimpin oleh Bissu sebagai jembatan bagi dewa yang memberikan keberkahan untuk masyarakat. Sayangnya, di tengah arus globalisasi, regenerasi Bissu saat ini mulai berkurang. Mereka lebih memilih menjadi penata rias, karena status Bissu sudah tidak menjanjikan lagi dalam sisi ekonomi. 

Selengkapnya: Mengenal budaya awal turun sawah di Pangkep, “Mappalili”

 

Beribadah merupakan hak umat beragama yang dilindungi oleh konstitusi. Tapi hal ini belum berlaku bagi sebagian umat beragama di Jambi. Keinginan mereka membangun gereja masih mendapat penolakan dari sebagian masyarakat. Mereka pun beribadah secara berpindah-pindah tempat.

Selengkapnya: Jambi Church Struggle to Obtain Permits

 

Desa Kuala Dua, di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat memahami pentingnya toleransi antar umat beragama. Sebab, di sini hidup masyarakat dengan keberagaman suku dan agama. Inisiatif untuk pendidikan toleransi ditanamkan sejak dini melalui sekolah-sekolah.

Selengkapnya: Menanamkan Tolerasi Sejak Dini Ala Desa Kuala Dua
 

 

Abdurrahman Taif akhirnya tobat jadi teroris. Setelah keluar dari penjara ia pun menyadari jalan jihad yang ia lakoni selama ini salah. Ia pun merasa bersyukur karena masyarakat bisa menerima kehadirannya dengan menyandang status mantan napi terorisme.

Selengkapnya: Kisah Mantan Napiter di Palembang Keliru Pahami Jihad, Taif Bersyukur Masih Diterima Masyarakat
 

Lula sedang mendalami agama Islam. Tapi ia harus meninggalkan atributnya sebagai transgender demi mendapat penerimaan. Transgender saat ini belum bisa keberadaannya bagi sebagian masyarakat. Hal ini yang membuat mereka harus meninggalkan keluarga dan lingkungannya.

Selengkapnya: Meninggalkan Atribut Demi Menghindari Diskriminasi

 

Serentetan aksi terorisme membuat stigma bagi perempuan bercadar sebagai kelompok ekslusif, bahkan radikal. Hal ini yang membuat sebagian perempuan yang bercadar melakukan aksi bahwa mereka bukan bagian dari kelompok radikal. Selengkapnya: Pengguna Cadar Melawan Stigma Radikal

Meskpun dikenal sebagai laboratorium kerukunan masyarakat, tapi Kota Manado masih belum bisa menerima LGBT untuk beribadah. Hal ini yang dialami sejumlah LGBT saat mereka beribadah. 

Selengkapnya: Masih Ada Diskriminasi di Rumah Ibadah
 

Sekelompok anak muda di Cirebon, Jawa Barat membentuk komunitas Pemuda Lintas Iman (Pelita). Melalui wadah ini, mereka yang bergabung dari pelbagai latar belakang, suku dan agama menyebarkan paham tentang toleransi. Bagaimana cara anak-anak muda ini mengkampanyekan toleransi? Apa yang menjadi motivasi mereka?

Selengkapnya: Tebar Toleransi Sejak Dini


---------------------

Berita-berita ini merupakan hasil kumpulan berita hasil pelatihan jurnalis dengan tema Media dan Keberagaman yang didukung oleh Deutsche Welle dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia.