Bantu kami terus meneliti dan menginformasikan. Kami sangat berterima kasih kepada semua yang telah mendukung kami

donasi sekarang

Stop Perdagangan Daging Anjing

Stop Perdagangan Daging Anjing
Foto: DMFI
Perdagangan anjing di Jawa Tengah untuk konsumsi

INDEPENDEN, Jakarta – Koalisi Dog Meat Free Indonesia (DMFI) menemukan kekejaman terhadap perdagangan daging anjing.  Dari keterangan tertulis yang diterima Independen.id, koalisi dari LSM pemerhati hewan ini menemukan anjing yang diperjual-belikan sebelumnya dipukuli dengan cara digantung.

Berdasarkan temuan ini, Bupati Karanganyar, Juliyatmono berjanji untuk menghentikan perdagangan daging ajing di wilayahnya. Salah satunya adalah rencana untuk menutup 21 warung dan rumah makan yang menjual daging anjing. Pemkab akan menciptakan alternatif lapangan kerja untuk mereka yang selama ini menjalankan bisnis tersebut.

“Dalam rangka mencegah berbagai penyakit yang disebabkan oleh konsumsi daging anjing, kami akan segera menutup semua warung guguk di Karanganyar, sehingga manusia dapat berdampingan secara harmonis dengan lingkungan dan semua makhluk hidup,” kata Juliyatmono dalam keterangan pers yang dirilis DMFI, Rabu (19/06).

Selanjutnya, Pemerintah Daerah berencana mengadakan rapat dengan para pedagang dan pemasok untuk mengumumkan rencana pelarangan dan membahas alternatif lapangan kerja. Ini akan menjadi peristiwa pertama yang terjadi di Pulau Jawa.

Tindakan yang akan dilakukan di Kabupaten Karanganyar dapat menyelamatkan hampir 2,000 anjing tiap bulannya dari penjagalan, dan tim koalisi merasa optimis bahwa ini akan menjadi awal dari pergerakan nasional dalam menghalangi perdagangan yang ilegal dan membahayakan ini.

Saat mengumumkan perkembangan rencana tindakan ini, Bupati Kabupaten Karanganyar, Juliyatmono menyatakan perdagangan daging anjing ini adalah suatu hal yang tidak dibenarkan, memberi peringatan mengenai resiko maut terhadap kesehatan umum yang disebabkan oleh perdagangan ini.

Walaupun daging anjing selama ini dikonsumsi manusia dengan alasan kesehatan, kenyataannya adalah perdagangan daging anjing menyebabkan ancaman yang signifikan dan nyata terhadap kesehatan masyarakat, dengan adanya penularan rabies yang menjadi kekhawatiran utama.

Penelitian menunjukkan bahwa angka rabies tertinggi terdapat di propinsi dan kabupaten dengan konsumsi daging anjing tertinggi, mengakibatkan ancaman bahaya terhadap kesehatan manusia, kesejahteraan hewan dan ekonomi daerah.

“Kami mengucapkan selamat kepada Kabupaten Karanganyar yang telah menunjukkan besarnya kekhawatiran demi kesehatan dan keamanan masyarakat dan hewan, dan menyerukan kepada pihak berwenang untuk mengambil tindakan dalam skala nasional,” kata Aktivis Animal Friends Jogja, Angelina Pane.

Angelina berharap program untuk mengakhiri perdagangan ini diterapkan secara nasional untuk melindungi lingkungan dan hewan. Koalisi DMFI menyatakan siap membantu menyediakan dukungan praktik di lapangan untuk menghentikan perdagangan daging anjing dan kucing dan menghentikan penyebaran rabies.

ID003

Khusus Lainnya