Bantu kami terus meneliti dan menginformasikan. Kami sangat berterima kasih kepada semua yang telah mendukung kami

donasi sekarang

Penanganan Stunting di Tengah Pandemi, Kisah dari Bolaang Mongondow Utara

Penanganan Stunting di Tengah Pandemi, Kisah dari Bolaang Mongondow Utara
Foto: sumber: klik24.id/Fandri Mamonto

Independen --- Dampak pandemi Covid-19 dapat berpengaruh pada masa depan anak-anak Indonesia. Karena pertimbangan protokol kesehatan, beberapa kegiatan kesehatan seperti imunisasi pun merosot drastis karena posyandu tidak aktif, tenaga kesehatan terbatas karena fokus di penanganan pandemi, dll. 

Hal ini yang terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) di provinsi Sulawesi Utara. Ketika awal-awal pandemi di bulan Maret 2020,  kegiatan Posyandu dihentikan. Baru setelah bulan Juni ketika pemerintah mengeluarkan kebijakan Adaptasi Kebiasaan Baru, Posyandu di wiayah Bolmut mulai dibuka kembali. Namun dengan protokol yang ketat, petugas dilengkapi Alat Perlindungan Diri (APD) dan berkumpul tidak lebih dari 10 orang. 

Saat ini Kabupaten Bolmut tercatat ada 20 pasien positif Covid dengan angka kematian 0, angka kesembuhan 18 orang dan 2 orang masih dirawat (data 10 Oktober 2020).  

Kabupaten Bolmut patut khawatir dengan turunnya pelayanan kesehatan seperti Posyandu, karena Kabupaten ini memiliki angka stunting yang cukup tinggi. Tahun 2016 Bolmut prevalensi stunting mencapai angka 43,8%, lalu tahun 2017 turun 36,8% dan tahun 2019 turun menjadi 15.3%. Sebenarnya pada tahun 2020 ini, Pemerintah Kabupaten Bolmut menargetkan prevalensi stuntingnya turun di bawah 10%. Ada 16 kecamatan yang menjadi sasaran utama untuk memperkecil angka stunting, salah satunya adalah kecamatan Bolangitang Barat yang terdapat Puskesmas Ollot. 

Puskesmas Ollot berada di wilayah yang luas dan medan yang sulit. Petugas kesehatan harus menyeberangi sungai dan sempat ditolak warga karena mengira hendak menjemput pasien Covid-19. Bagaimana situasi dan tantangan penyuluhan kesehatan oleh petugas kesehatan dari Puskesmas Ollot, bisa disimak dari laporan Fandri Mamonto di  Sebrangi Sungai Gunakan Rakit Demi Program Imunisasi di Tengah Pandemi . (D02)

Khusus Lainnya