ICEL: Tumpahan Minyak di Karawang Tak Ditangani Secara Prosedur

ICEL: Tumpahan Minyak di Karawang Tak Ditangani Secara Prosedur
Foto: Photo by Alexis Antoine on Unsplash
Ilustrasi

INDEPENDEN, Jakarta – Indonesian Center for Environmental Law (ICEL) meminta pemerintah menanggulangi dan memulihkan Pesisir Karawang pasca tumpahan minyak yang diduga berasal dari eksplorasi Pertamina.

Cara yang dilakukan masyarakat di pesisir agar tumpahan minya tidak meluas adalah dengan menciduknya dan memasukan ke dalam karung tanpa perlindungan khusus.

Berdsasarkan catatan ICEl, Minyak mentah memiliki kemungkinan besar mengandung zat berbahaya dan manusia tidak bisa kontak langsung dengan zat berbahaya tersebut tanpa ada perlindungan khusus.

“Pertamina tidak memperingatkan masyarakat daerah Pesisir Karawang untuk menghindari area tumpahan minyak mentah yang menjadi kewajibannya dalam menanggulangi tumpahan minyak berdasarkan Pasal 53 ayat (2) huruf a UU Lingkungan Hidup,” ujar Ohiongyi Marino, Kepala Divisi Pesisir dan Maritim ICEL dalam keterangan persnya kepada Independen.id, Kamis (25/07).

Penanggulangan lainnya yang wajib dilakukan Pertamina berdasarakan UU Lingkungan Hidup adalah isolasi area, penghentian sumber pencemaran dan cara lainnya.

“Atas kelalaian tersebut, kami mendesak Pertamina bersama-sama dengan pemerintah untuk juga melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap masyarakat Pesisir Karawang karena mereka telanjur terkontaminasi minyak mentah yang berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat,” tambah Ohiongyi.

Setelah penanggulangan selesai dilakukan, Pertamina juga berkewajiban melakukan upaya pemulihan. Pemulihan harus dilaksanakan dengan terlebih dahulu menyusun rencana pemulihan yang mendapat persetujuan dari pemerintah.

“Upaya penanggulangan dan pemulihan termasuk rencana pemulihan harus dibuka secara transparan kepada publik dengan target masyarakat Pesisir Karawang karena Masyarakat Pesisir Karawang adalah pemangku kepentingan utama di daerah situ,” tambah Ohiongyi.

ICEL juga mendesak pemerintah untuk melakukan penegakan hukum kepada Pertamina untuk memastikan pemberian ganti rugi kepada masyarakat Pesisir Karawang khususnya petani tambak serta ganti rugi kerusakan lingkungan.

Tumpahan minyak di Pantai Karawang bukanlah tumpahan minyak pertama di Indonesia. Contoh lain adalah tumpahan minyak di Teluk Balikpapan yang terjadi tahun 2018.

“Insiden tumpahan minyak sudah sering terjadi di Indonesia. Pemerintah harus meningkatkan kesiagaan dan melakukan evaluasi terhadap upaya pencegahan yang dilakukan Pemerintah dan pelaku usaha selama ini untuk mencegah kejadian yang sama terjadi lagi kedepannya,” tutup Ohiongyi.

Lingkungan Lainnya

“Atas kelalaian tersebut, kami mendesak Pertamina bersama-sama dengan pemerintah untuk juga melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap masyarakat Pesisir Karawang