Kolaborasi Menjadi Kunci Digital Humanities

Kolaborasi Menjadi Kunci Digital Humanities

Independen -- Kegiatan  Hackathon Digital Humanities dengan tema “Kolaborasi Lintas Entitas untuk Penyajian Data Publik” dimulai pada Senin 16 November 2020 dengan ditandai webinar. Peserta hackathon lebih dari 33 tim (95 orang) yang terdiri berbagai latar belakang, ada dosen perguruan tinggi, jurnalis, mahasiswa sampai programmer teknologi informasi. 

Kegiatan hackathon ini diselenggarakan oleh  Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) dengan dukungan Kedutaan Belanda di Indonesia, dengan rangkaian kegiatan webinar, pelatihan dan kompetisi untuk merancang dan membuat purwarupa (prototype) penyajian data humaniora secara digital. Tujuannya untuk mendorong kolaborasi antar media, organisasi masyarakat sipil, dan kampus untuk menyediakan data dan informasi publik di bidang humaniora.

Puncak acara, yaitu pengumuman pemenang akan dilakukan pada tanggal 10 Desember 2020 berbarengan dengan peringatan World Press Freedom Day yang tahun ini mengambil tema  Journalism without Fear or Favour. 

Dalam pidato pembukaannya, Wakil Duta Besar Belanda di Indonesia Ardi Stoios-Braken mengatakan tidak berlebihan jika kita mengatakan bahwa platform digital humanities ini membuka pintu keterbukaan informasi dan hak atas informasi yang berimbang.

“Platform ini tidak hanya memberi manfaat bagi publik yang menjadi lebih bisa mengakses data secara mudah, tapi juga dapat mendukung proses pengambilan keputusan dengan menyediakan data yang akurat serta dapat dipertanggungjawabkan, dan dalam format yang mudah dibaca dan dipahami,” kata Ardi Stoios-Braken. 

Sekjen Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wahyu Dhyatmika dalam pembukaan mengatakan kolaborasi dengan berbagai kalangan, termasuk NGO dan dunia akademik adalah cara terbaik bagi dunia media menemukan data, meramu, dan menyajikannya kepada publik.

“Hal ini dirintis sejak tahun 2017, dimana kita mulai dengan jurnalisme data dan berbagai hackathon. Sekarang dengan  Digital Humanities memungkinkan kolaborasi dengan banyak kalangan. Ini juga menjadi misi AMSI untuk memberi bobot kualitas ke bagi dunia jurnalisme kita,” kata Wahyu Dhyatmika.

Digital Humanities membawa peran jurnalisme terkini di era digital dengan memfasilitasi kolaborasi sosial, melalui inovasi teknologi yang sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan seperti keragaman dan pluralitas. Hal Ini sekaligus mendorong konsep jurnalisme yang tidak hanya peduli pada fakta dan angka, tetapi juga cerita di baliknya.

Hackathon ini akan memilih 5 pemenang yang akan mendapatkan hadiah uang masing-masing 5 juta rupiah dan bimbingan untuk mewujudkan purwarupa yang dibuat. Dan seluruh karya peserta (purwarupa) akan ditampilkan di laman https://independen.id/hackathon , sehingga publik bisa melihat gagasan-gagasan Digital Humanities yang bisa diajak kolaborasi lebih lanjut.  

Media Lainnya