Pembatalan Remisi Pembunuh Jurnalis Tunggu Tanda Tangan Presiden Jokowi

Pembatalan Remisi Pembunuh Jurnalis Tunggu Tanda Tangan Presiden Jokowi

foto: Dok. AJI Indonesia

INDEPENDEN, Jakarta - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menyerahkan 48.000 tanda tangan dukungan cabut remisi pembunuh jurnalis ke Ditjen Pemasyarakatan. Petisi melalui tanda tangan di Change.org dibuat sejak 27 Januari 2019. Petisi ini untuk sebagai sikap menolak remisi bagi Susrama, terpidana pembunuh Jurnalis Radar Bali, AA Prabangsa. Susrama divonis hukuman seumur hidup pada kasus yang berlangsung 2009 lalu. Dengan remisi masa tahanannya diturunkan dari seumur hidup menjadi 20 tahun penjara.

Ketua Umum AJI, Abdul Manan mengatakan desakan ini karena penuntasan kasus kekerasan terhadap jurnalis sangat jarang terjadi. Kasus AA Prabangsa menjadi khusus lantaran kasus ini terkuak pelakunya. "Dengan adanya remisi ini telah mencederai kebebasan pers di Indonesia," katanya kepada Dirjen Pemasyarakatan Sri Puguh Lestari, Jumat 8 Februari 2019 di Kantor Ditjen PAS.

Manan mengatakan belasan kasus pembunuhan dan penculikan terhadap jurnalis tak pernah diusut tuntas. "Salah satunya kasus pembunuhan Wartawan Udin Bernas, itu hanya ada saksi yang diperiksa, setelah itu tidak ada lagi kelanjutannya," katanya.

Sementara itu, Dirjen PAS, Sri Puguh Lestari menyambut baik aspirasi yang datang dari komunitas jurnalis ini. Ia mengklaim Ditjen PAS sudah merespon pemberian remisi ini setelah diprotes oleh komunitas jurnalis. "Saya sendiri sudah mendatangi komunitas pers di Bali," katanya.

 4 Februari lalu, Ditjen PAS telah mengirimkan surat untuk pembatalan remisi bagi Susrama. Surat tersebut sudah di Sekretariat Negara. "Sekarang kita tinggal tunggu saja Presiden untuk menandatanganinya. Drafny sudah ada," tambah Sri.

ID003