Tiga Direktur TVRI Diberhentikan

Tiga Direktur TVRI Diberhentikan

Independen -- Dewan Pengawas TVRI hari ini (14/5) mengeluarkan rilis tentang memberhentikan Sdr Apni Jaya Putra, Sdr Isnan Rahmanto, dan Sdr Tumpak Pasaribu dari Jabatan Direktur Program dan Produksi, Direktur Keuangan dan Direktur Umum LPP TVRI.

Arif Hidayat Thamrin, Ketua Dewan Pengawas TVRI mengatakan," Pemberhentian ketiga direktur berlaku sejak 11 Mei 2020 dan merupakan tindak lanjut dari Surat Pemberitahuan Rencana Pemberhentian kepada ketiga Direktur yang sudah diterbitkan sebelumnya."

Ketiga direktur yaitu Apni Jaya Putra, Isnan Rahmanto maupun Tumpak Pasaribu sudah memberikan jawaban dan pembelaan diri, namun Dewan Pengawas tidak menerima sehingga sampai pada keputusan memberhentikan ketiganya. 

Dewan Pengawas TVRI menjelaskan masalah ini muncul dari adanya ketidaktertiban tata kelola keuangan TVRI. Ini dimulai dari kerjasama TVRI dengan pihak lain untuk menyiarkan siaran sepakbola Liga Inggris musim kompetisi 2019-2020. Padahal dalam anggaran TVRI 2019-2020  yang diambil dari APBN, membeli hak siar Liga Inggris ini tidak masuk dalam perencanaan. 

Akibatnya pada tahun 2019 hutang anggaran membengkak menjadi Rp 42,2 milyar. Hutang tersebut ditambah dengan masuknya tagihan kedua bulan Maret 2020 sebesar Rp 27,6 Milyar dari pihak pemegang hak siar Liga Inggris.

Direksi LPP TVRI lalu mengajukan review kepada BPKP agar tunggakan itu dapat diakui sebagai hutang. Sampai 12 Mei 2020 BPKP masih menyelesaikan review. Pada review awal yang disampaikan kepada Pelaksana tugas Direktur Utama TVRI, BPKP mengindikasikan ada selisih jumlah tagihan pembayaran dari pihak pemegang hak siar Liga Inggeris. 

Menurut BPKP seharusnya pihak pemegang hak siar Liga Inggeris menggunakan kurs tengah BI yang berlaku pada bulan November 2019 yaitu sekitar Rp 14 ribu pada akhir Oktober 2019.. Dalam kwitansi tagihan yang disampaikan kepada LPP TVRI terdapat selisih lebih dari Rp 3,2 Milyar. 

Tagihan dari pihak pemegang hak siar liga Inggeris sudah kembali disampaikan kepada LPP TVRI sebagai tagihan kedua yang jatuh tempo bulan Maret 2020, sebesar Rp 27, 6 Milyar lebih. Dengan tagihan itu maka hutang LPP TVRI kepada pihak pemegang hak siar Liga Inggeris meningkat menjadi sektar Rp 55 Milyar rupiah dan harus dibayarkan melalui revisi anggaran LPP TVRI. 

Atas dasar mismanajemen di atas, maka Dewan Pengawas memberhentikan 3 direktur di atas, setelah sebelumnya telah terlebih dahulu memberhentikan direktur utama Helmi Yahya. Saat ini jajaran direktur TVRI dijabat oleh para pelaksana tugas, Plt Direktur Utama adalah Supriyono yang tadinya adalah direktur teknik. 

Dewan Pengawas TVRI juga sedang melakukan proses seleksi untuk Direktur Utama yang baru. Pada tanggal 11 Mei 2020, tahapan sudah sampai seleksi makalah dan Panel Ahli telah meloloskan 8 nama untuk mengikuti proses seleksi berikutnya. Ke delapan nama tersebut adalah : Charles Bonar Sirait, Daniel Alexander Wellim Pattipawae, Farid Subkan, Hendra Budi Rachman, Ima Brotoseno, Slamet Suparmaji, Sukirman dan Wisnugroho (D02) 

Media Lainnya