Media Punya Andil Besar Pemberitaan Covid-19

Media Punya Andil Besar Pemberitaan Covid-19
Foto: sumber: www.aji.or.id

Independen – “Bagaimana media mempunyai andil besar dalam melakukan sosialisasi mengenai COVID-19,” ujar Rini Yustiningsih, Pemimpin Redaksi Solopos.

Aliansi Jurnalis Independen Indonesia menggelar webinar Regional Jawa-Bali dengan tema “Perubahan Perilaku Konsumen dan Adaptasi Pelaku Usaha di Masa Pandemi COVID-19.” Dalam webinar tersebut, AJI bekerjasama dengan GOJEK untuk memberikan informasi kepada khalayak mengenai .

Webinar yang diadakan pada 12 Oktober 2020, dihadiri oleh sejumlah tokoh seperti Rini Yustiningsih, Pemimpin Redaksi Solopos, dr. Irewan Heriyanto, MARS, Chief of Medical Halodoc, Michael Reza Say, VP Regional Corporate Affairs.

Adanya Pandemi saat ini telah mempengaruhi banyak hal, salah satunya adalah media. Secara tidak langsung, masyarakat diharuskan untuk beradaptasi dengan hal-hal baru semasa pandemi, dengan mematuhi protokol kesehatan ataupun melakukan transaksi secara online.

Dikutip dalam situs AJI Indonesia, AJI telah menilai pandemi ini memiliki dampak yang sangat serius bagi pers saat ini, dan juga masa depan. Dampak yang terlihat denga adanya pandemi yang paling utama adalah dalam bisnis media, hal itu juga akan berdampak pada kesejahteraan para jurnalis. Selain itu, berdampak pada kualitas jurnalisme, karena banyaknya proses news gathering yang dilangsungkan secara daring.

“Seorang jurnalis diminta meminimalisasi melakukan peliputan-peliputan lapangan yang mengundang massa besar. Ketika harus melakukan wawancara, jurnalis tetap harus menjaga jarak. Selama peliputan, jurnalis diharuskan untuk tetap menggunakan masker,” imbuh Rini Yustiningsih dalam penjelasannya melalui webinar hari ini.

Pandemi berhasil mengubah model bisnis yang biasanya dilakukan secara tatap muka, kini beralih menjadi daring. Media memiliki berbagai peran yang sangat penting. Bahkan, isu yang seringkali dibahas oleh media adalah update mengenai COVID-19 setiap harinya, pengingat untuk selalu menegakkan protokol kesehatan, ekonomi, hoaks, ataupun adaptasi baru mengenai perubahan perilaku.

Terdapat 3 tips yang diungkapkan oleh Irwan Heryanto dalam pemaparannya, yaitu selalu melakukan 3M (Memakai masker, Mencuci tangan dengan sabun, dan Menjaga jarak).

“Kebiasaan adaptasi baru yang biasa dilakukan adalah kemana-mana harus selalu membawa hand sanitizer, membawa masker paling tidak pun harus membawa masker cadangan, dan menanampkan pola hidup bersih dan sehat,” kata Irwan Heryanto.

Selain menjaga kesehatan dan juga kebersihan, hal utama yang harus diingat selama masa pandemi adalah pentingnya menjaga imunitas. Dengan memakan makanan bergizi, meminum vitamin, berolahraga, serta berjemur diri di bawah sinar matahari dapat meningkatkan imunitas tubuh.

Sementara itu, Michael Reza Say mengatakan bahwa Gojek memiliki rangkaian inovasi terbaru dalam menjalankan pedoman hidup keseharian di masa pandemi.

GoJek telah melakukan adaptasi seiring perubahan perilaku konsumen di Indonesia. Michael Reza menjelaskan bahwa mitra Gojek dalam menjaga kesehatannya mendapat nilai penting selama melayani pelanggan. Oleh karena itu Gojek memberlakukan protokol J3K. Hal tersebut merupakan bentuk usaha dari Gojek untuk memberikan yang terbaik kepada pengguna maupun mitra Gojek itu sendiri.

(Penulis Ajeng Puspa / D02)

Media Lainnya