Gerak Cepat Setelah Putusan MK

Gerak Cepat Setelah Putusan MK
Foto: Irham l Independen.id
Sidang Putusan MK tentang pasal-pasal Undang Undang Pemilu, Kamis (28/03)

INDEPENDEN, Jakarta - Setelah Mahkamah Konstitusi (MK) mengeluarkan putusan terkait sejumlah pasal Undang Undang No. 7 tahun 2017 tentang Pemilu, KPU dan Ditjen Dukcapil mesti merespon cepat. Putusan MK yang cukup mendesak adalah KTP elektronik tidak menjadi satu-satunya syarat untuk mencoblos. Surat keterangan (Suket) menjadi alat lain yang dibolehkan untuk melakukan pemungutan suara, 17 April mendatang.

Putusan ini telah menjadi pecut bagi Ditjen Dukcapil untuk bergerak cepat. Sebab, sedikitnya 4,2 juta penduduk belum melakukan perekaman KTP elektronik. Mereka membutuhkan suket supaya hak konstitusionalnya tidak menguap begitu saja.

Jurus cepat Ditjen Dukcapil adalah mengeluarkan instruksi ke kepala daerah untuk memerintahkan jajarannya tetap membuka pelayanan perekaman e-KTP 7x24, bahkan di tanggal merah. Langkah ini patut diapresiasi dan dijalankan mengingat waktu pelaksanaan pemungutan suara kurang dari 20 hari lagi.

Kelurahan merupakan tingkat pencatatan sipil paling bersinggungan dengan masyarakat. Dengan surat edaran ini diharapkan, tak ada lagi petugas yang bertele-tele memberikan layanan kepada publik, khususnya perekaman e-KTP. Sekalinya saja kelalaian dilakukan, maka hak konstitusi warga untuk memilih akan hangus.

Putusan MK yang tak kalah pentingnya adalah penambahan waktu penetapan DPT tambahan (DPTb). Semula H-30 menjadi H-7. Namun, MK hanya mengatakan putusan ini berlaku dalam kondisi tertentu: pemilih jatuh sakit, tertimpa bencana alam, masuk penjara atau dinas ke luar kota.

Pilihan kata 'dinas ke luar kota' ini masih memuat tafsir luas. Sebab, dinas keluar kota bisa diartikan juga sebagai perpindahan penduduk karena keperluan pendidikan, atau berwirausaha. Untuk itu, KPU perlu memberikan terjemahan terhadap putusan ini sehingga bisa berlaku adil kepada masyarakat perantau yang bekerja di sektor informal juga mahasiswa yang tengah menyelesaikan studi di luar kota.

Opini Lainnya