Bantu kami terus meneliti dan menginformasikan. Kami sangat berterima kasih kepada semua yang telah mendukung kami

donasi sekarang

IndonesiaPENA: 24 Tahun Kasus Pembunuhan Udin (The Best Prototype of Digital Humanities Hackathon 2020)

Oleh Masduki, Hari Setiaji, Shinta Maharani

IndonesiaPENA berangkat dari pemikiran bahwa tersedianya konten-konten berperspektif publik di kanal digital, seperti database advokasi kasus kekerasan terhadap jurnalis dan blogger, liputan kolaborasi jurnalistik investigasi, dan data akademik tentang isu media pelayanan publik adalah keniscayaan dan merupakan model baru dari sistem media publik di era digital. Projek ini berambisi menjadi aktor penghubung bertemunya karya dari berbagai lembaga nirlaba, perguruan tinggi dan jurnalis dengan publik di Indonesia. 

Pola Kerja IndonesiaPENA terdiri dari tiga: connecting, mapping, disseminating. 

24 Tahun Kasus Pembunuhan Udin adalah proyek Digital Humanities IndonesiaPENA untuk kompetisi Hackathon 2020. Proyek ini meng-ekspose data digital yang terkait dengan kasus pembunuhan Fuad Muhammad Syafrudin (Udin). Sejak 1996 hingga saat ini, kasus Udin mendapat perhatian akademisi, jurnalis dan aktivis publik melalui kerja liputan investigasi kasus, advokasi hukum hingga publikasi buku yang idealnya tersedia secara atraktif di kanal digital, terbuka untuk publik.

Proyek ini terdiri dari dua bentuk: (1) seri informasi kronologis peristiwa pembunuhan Udin hingga advokasi hukum dan sosialnya, sejak 1996 hingga 2020: berupa catatan pendek peristiwa utama, lampiran foto/teks berita, dokumen legal dan laporan tahunan organisasi, (2) peta digital lokasi-lokasi bersejarah yang terkait peristiwa, advokasi hukum dan advokasi sosial kasus Udin, petunjuk untuk riset akademik terkait sejarah jurnalisme dan alternatif model kampanye sosial anti-kekerasan terhadap jurnalis di Indonesia. 

Proyek ini strategis karena membantu merawat memori kolektif publik atas kasus kekerasan jurnalis yang mengalami impunitas terutama kasus Udin.

Proyek ini urgent karena membantu penyimpanan data digital dan diseminasi data digital dari berbagai lembaga nirlaba di Yogyakarta terkait kasus Udin, misalnya AJI Yogyakarta, LBH Yogyakarta dan aktivis secara individual.

Proyek ini unik dan sekaligus komprehensif karena dua hal. Pertama, menyajikan data digital perkembangan kasus Udin sejak 1996 hingga 2020 yang dilengkapi lampiran dokumen pendukung. Kedua, menyajikan peta digital yang memungkinkan peneliti dan traveler peminat sejarah jurnalisme di Indonesia untuk menelusuri situs gedung dan rumah yang terkait tragedi Udin. 

Prototype proyek ini bisa diakses melalui http://indonesiapena.info/  

 

 

Pameran Lainnya