Kendala Zonasi Sekolah dan Penambahan Tenaga Guru

Kendala Zonasi Sekolah dan Penambahan Tenaga Guru

foto: Dok : Sutriyati/Kabarkota.com

Orangtua murid sedang mencari informasi.

Independen --- Tahun ajaran baru sudah mulai, namun menyisakan beberapa persoalan terutama dengan diberlakukannya sistem zonasi untuk pendaftaran. Seperti yang terjadi di Jogja. Beberapa keluarga jamak menitipkan anak di rumah nenek atau diasuh paman tantenya. Ketika sistem zonasi diberlakukan, kartu keluarga orang tua berbeda dengan kartu keluarga nenek yang berbeda zonasi. Ini belum ada solusi. 

Selain itu masih ditemukan praktek penyalahgunaan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari para orang tua. Ini tentu merugikan penyelenggaraan pendidikan, karena informasi yang abal-abal. Selain itu ada beberapa evaluasi lain pada pelaksanaan  zonasi sekolah di Yogyakarta, yang bisa dibaca di 4 Rekomendasi Forpi untuk Pelaksanaan PPDB 2018 di Kota Yogya

Selain soal zonasi, di beberapa wilayah Indonesia kebutuhan guru masih sangat tinggi. Terutama di daerah-daerah yang susah dijangkau, jauh dari kota. Oleh karena itu pemerintah tahun ini membuka kembali penerimaan CPNS untuk guru sebanyak 100.000 tenaga. Penambahan tenaga guru PNS ini sangat dinantikan pemerintah Papua Barat. Jumlah murid selalu bertambah setiap tahun, tetapi tenaga guru cenderung stagnan. Berita tentang ini dapat disimak  Ini Solusi Mencukupi Kekurangan Tenaga Guru di Papua Barat (002).