Media Harus Independen di Tahun Politik

Media Harus Independen di Tahun Politik

foto: Dok: independen.id/bayu

Bagir Manan saat orasi budaya di HUT AJI ke 24 di Bentara Budaya, Jakarta

INDEPENDEN, Jakarta - Malam resepsi HUT AJI (Aliansi Jurnalis Independen) ke 24 tahun semalam (7/9), diisi dengan orasi budaya mantan Ketua Dewan Pers, Bagir Manan. Dalam orasinya Bagir Manan menekankan peran penting pers yang independen dalam pemilu.

"Pemilu adalah satu-satunya saat rakyat mewujudkan kedaulatannya," kata Bagir Manan.

Maka terselenggaranya pemilu yang berkualitas menjadi penting. Pers saat ini menghadapi tantangan bagaimana tetap independen dalam mengkritisi penyelenggaraan pemilu. Terlebih ketika perkembangan teknologi informasi, para pemilik kapital besar yang turun gunung masuk dalam industri pers, kesiapan profesionalitas awak pers sendiri. "

Pers harus seperti batu granit yang kokoh. Seperti yang pernah dicontohkan Mohtar Lubis," tambah Bagir.

Tahun ini, HUT AJI mengangkat tema "Tetap Independen di Tahun Politik". Tema ini menurut Ketua Umum AJI, Abdul Manan sangat berkaitan dengan situasi politik di Indonesia saat ini menjelang Pemilihan Presiden dan Legislatif. Media menghadapi tantangan untuk tetap independen dan tidak jatuh pada partisan.

"Anggota AJI selain kode etik jurnalistik, juga harus mematuhi kode perilaku yang ditetapkan sejak 2017, termasuk dalam bermedia sosial," tutur Abdul Manan di lokasi resepsi HUT AJI yaitu Bentara Budaya, Jakarta .

Seperti tradisi sebelumnya, dalam HUT ini, AJI memberikan penghargaan pada beberapa pihak yang dinilai berjasa pada dunia jurnalistik. Penghargaan pertama adalah Udin Award tahun 2018 ini diberikan kepada Tim Tempo dan Heyder Affan, jurnalis BBC Indonesia. Tim Tempo dianggap gigih, tidak menyerah pada tekanan persekusi sekelompok massa dan memberikan informasi yang jelas pada kasus Novel Baswedan. Sementara Heyder Affan ketika meliput kasus gizi buruk di Asmat, harus menghadapi tekanan dan pengusiran dari aparat keamanan, semua itu dihadapi dengan profesional. 

Penghargaan kedua, Tasrif Award yang tahun ini diberikan kepada Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO). Dewan juri menilai, apa yang selama ini dikerjakan MAFINDO merupakan usaha yang konsisten dan gigih memerangi massifnya sebaran konten-konten bohong atau hoax. Dan menguatkan peran pers sebagai sumber informasi yang dipercaya. 

Penghargaan ketiga adalah SK Trimurti, yang diadakan untuk mengenang pahlawan nasional sekaligus jurnalis perempuan Indonesia yang gigih yaitu Soerastri Karma Trimurti. Penghargaan tahun ini jatuh pada Devi Asmarani, salah satu pendiri situs Magdalene.co. Devi dinilai Dewan Juri sebagai sosok yang konsisten menyuarakan persoalan perempuan lewat tulisan-tulisannya di media maupun buku. Devi mampu membangun media yang spesifik dan tidak mainstream demi mengangkat persoalan perempuan. 

Berbarengan dengan HUT AJI ini diluncurkan program Rumah Jurnalisme, yaitu pembangunan kembali kantor AJI Indonesia yang 75% ruang didedikasikan untuk kepentingan publik, khususnya jurnalisme. Nantinya di Rumah Jurnalisme yang terletak di kawasan Kwitang, adalah menjadi tempat pelatihan, diskusi, pusat pengetahuan (perpustakaan) bagi para penggiat jurnalisme, baik itu akademisi, pengamat, pengguna media maupun jurnalis itu sendiri. (D002).