Implan untuk Korban Gempa dan Mitigasi Bencana Lewat Teaterikal

Implan untuk Korban Gempa dan Mitigasi Bencana Lewat Teaterikal

foto: Dok : Kediripedia.com

Simulasi menghadapi gempa dilakukan Sekolah Alam Ramadhani di Kediri.

Independen --- Bencana gempa seperti di Lombok dan Palu, selain menimbulkan korban jiwa, tetapi juga korban luka yang tidak sedikit. Gempa bumi umumnya korban luka adalah patah tulang karena tertimpa bangunan. Belajar dari gempa Jogja 2006, UGM mengembangkan implan yang sesuai dengan profil tulang orang Indonesia. Implan adalah alat untuk menyambung tulang yang patah. UGM melalui Tim Peneliti Alat Kesehatan yang tergabung dalam group riset Centre for Innovation of Medical Equipment and Devices (CIMEDs) menyumbangkan 100 implan untuk digunakan para korban gempa Palu yang membutuhkan. Berita lengkap bisa dibaca di UGM Sumbangkan 100 Implan Penyambung Tulang untuk Korban Gempa dan Tsunami di Sulteng. 

Masyarakat idealnya selalu berlatih untuk menghadapi bencana, salah satunya bagaimana menghadapi gempa. Belajar dari pengalaman gempa Lombok dan Palu, Sekolah Alam Ramadhani, Mojoroto, Kediri melakukan simulasi gempa yang diikuti para guru dan siswa. Simulasi ini dilakukan pada hari Kamis, 4 Oktober kemarin. Para siswa usia SD ini diajarkan bagaimana menyelamatkan diri ketika terjadi gempa dengan metode teaterikal. Bagaimana proses simulasi ini, simak di Mitigasi Bencana Bisa Dilakukan Dengan Konsep Teaterikal (D002).