LBH Pers dan Dewan Pers Timor Leste Sepakat Kerjasama

LBH Pers dan Dewan Pers Timor Leste Sepakat Kerjasama

foto: Dok : LBH Pers

Independen - Hari ini (14/3) di Jakarta, LBH Pers menandatangani nota kerjasama dengan Dewan Pers Timor Leste. Kedua lembaga ini sepakat untuk kerjasama selama 5 tahun ke depan, khususnya advokasi dunia jurnalistik di Timor Leste. LBH Pers diwakili oleh Direktur Ade Wahyudin dan Dewan Pers Timor Leste diwakili oleh Presiden Direktur Virgilio da Silva Guterres, Presiden Direktur Dewan Pers Timor Leste.

Virgilio da silva Gutteres mengungkapkan pers di Timor Leste sering mengalami masalah kekerasan dan ancaman dari pihak luar. Sengketa pers juga sering terjadi, seperti kasus plagiat antar media, keberatan pemberitaan oleh media dari nara sumber termasuk sengketa ketenagakerjaan.

Para jurnalis mengadukan hal ini pada Dewan Pers Timor Leste. Namun Dewan Pers tidak memiliki pengalaman cukup dalam menjalani proses hukum di pengadilan.  

“Pada tingkat pengadilan itu yang kami tak tahu”, kata Virgillio. 

Padahal berdasarkan sistem hukum di Tmor Leste, bila proses sengketa pers sampai pengadilan maka rekomendasi dari Dewan Pers Timor Leste perihal kasus yang ditangani harus dipertimbangkan dalam putusan hakim.  

Maka saat Dewan Pers Timor Leste berkunjung ke Indonesia beberapa tahun silam, kolega mereka di Indonesia, Dewan Pers merekomendasikan LBH Pers sebagai mitra kerjasama terutama dalam advokasi kasus-kasus pers. Lewat beberapa kali komunikasi, akhirnya kerjasama 2 lembaga ini terwujud pada hari ini, Kamis 14 Maret 2019. 

Sebagai langkah pertama kerjasama ini Dewan Pers Timor Leste akan mengirim 6 aktivisnya selama 2 minggu untuk mempelajari hal yang perlu untuk diketahui dari Indonesia. Pembelajaran berupa penelitian, bedah kasus kekerasan yang dialami jurnalis di Indonesia, juga magang di LBH Pers dalam waktu tertentu.  

"LBH Pers tidak bekerja sendiri. Kami akan kolaborasi dengan beberapa stakeholder lain yang memiliki kesamaan visi memperjuangkan kebebasan pers dan kebebasan berekspresi, " ujar  Ade Wahyudin.

Salah satu stakeholder yang siap berkolaborasi adalah AJI (Aliansi Jurnalis Independen) Jakarta. "Kami memiliki isu perjuangan yang sama yaitu melindungi jurnalis dari kekerasan dan ancaman kebebasan pers", ujar Asnil Bambani, ketua AJI Jakarta. Di antaranya dengan mengangkat isu melalui pemberitaan dan galang aksi solidaritas untuk kebebasan pers di Timor Leste. (D002)