DPRD Jakarta Tetapkan Ongkos MRT, Lebih Murah dari Usulan Gubernur Anies Baswedan

DPRD Jakarta Tetapkan Ongkos MRT, Lebih Murah dari Usulan Gubernur Anies Baswedan

foto: Sumber Foto: PT MRT Jakarta

Presiden Jokowi bersama Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar saat peresmian MRT di Bundaran HI, Minggu (24/03)

INDEPENDEN, Jakarta - DPRD Jakarta menyepakati ongkos Moda Raya Terpadu (Mass Rapid Transit/MRT) sebesar rata-rata Rp8500 dan Light Rail Transit (LRT) Rp5000. Angka ini lebih rendah dari usulan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yaitu Rp10.000 untuk MRT dan Rp6000 untuk LRT.

Tarif ini mulai berlaku 1 April mendatang, dan masih gratis hingga akhir Maret.

Ketua DPRD Jakarta, Prasetio Edi Marsudi mengatakan keputusan itu sudah mempertimbangkan usulan-usulan dari PT MRT Jakarta, Dewan Transportasi Jakarta, dan usulan dari Pemprov Jakarta. "Hari ini diputuskan," katanya usai sidang rapat pimpinan gabungan di DPRD Jakarta, Senin (25/03).

Prasetio menambahkan, rincian tentang ongkos MRT nantinya akan dibahas bersama lagi dengan PT MRT Jakarta. Namun ia memastikan akan ada boarding fee setiap kali penggunaan MRT sebesar Rp1500. Jadi, pelanggan akan membayar Rp1500 ditambah dengan tarif sesuai jarak yaitu rata-rata Rp850 per kilometer.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta mengusulkan ongkos MRT rata-rata Rp10.000 dan LRT Rp6.000. Sekretaris Daerah Jakarta, Saefullah mengatakan angka tersebut sudah sesuai dengan survei terkini. "Untuk MRT kemauan masyarakat untuk membayar Rp8.500 - Rp10.000 dan LRT Rp5000 - Rp7000," katanya, Senin (25/03).

Saefullah menambahkan, hasil keputusan DPRD Jakarta nantinya akan dibahas lagi dengan pihak PT MRT Jakarta. Pembahasan untuk merinci tarif per kilometer atau per stasiun.

Ahad lalu (24/03), Presiden Joko Widodo meresmikan MRT di Bundara HI. Pembangunan MRT dari Lebak Bulus - Bundaran HI bertujuan untuk mengurai kemacetan dan mendorong masyarakat beralih dari penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi massal.

ID003