Sistem Keamanan IT KPU dalam Serangan Hacker

Embed from Getty Images

INDEPENDEN, Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengakui terjadi serangan siber terhadap data base lembaganya. Ketua KPU, Arief Budiman mengatakan serangan dilakukan dari dalam dan luar negeri setelah teridentifikasi internet protocol (IP) dari para peretas. “Orangnya itu bisa dari mana-mana,” katanya di Jakarta, Rabu (13/03).

Arief mengklaim saat ini situs KPU masih aman dari serangan siber. Kalau pun terjadi serangan, situs hanya akan melambat untuk digunakan.

“Meskipun kadang-kadang ada serangan dan stop dulu sebentar tapi, semuanya masih bisa digunakan,” tambah Arief.

KPU juga memastikan serangan siber ini tidak akan mengganggu proses penghitungan suara yang akan dilakukan mulai 17 April mendatang. Sebab penghitungan suara dilakukan secara manual mulai dari tingkat TPS hingga rekapitulasi di tingkat provinsi.

Sementara itu, menurut Sumber Independen, serangan siber sudah biasa menargetkan situs KPU.go.id. “Kalau flooding atau bruteforce itu biasa untuk semua server di dunia,” katanya. Sambil melanjutkan, “Serangan semacam itu hari ini sudah bisa ditangani sama perangkat jaringan yang ada di pasaran.”

Sumber juga mengatakan, sistem keamanan IT di KPU sudah diuji dari serangan para peretas. “Maksudnya tim dari luar yang memang kerjaannya penetration testing, dan orang-orang ternama di dunia underground, meskipun tidak menjamin itu sudah bulletproof juga,” katanya.

ID003

Politik Lainnya