Romahurmuziy Ditetapkan Sebagai Tersangka, Perang Narasi Jelang Pilpres Makin Panas

Embed from Getty Images

INDEPENDEN, Jakarta - Ketua Umum PPP, Romahurmuziy ditetapkan sebagai tersangka suap jual-beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag). Dalam siaran persnya, KPK menyatakan dalam operasi tangkap tangan di Surabaya, Jumat (15/03), lembaga anti rasuah ini menyita uang Rp156juta. 

Selain menyita uang hasil dugaan suap, KPK juga menahan 5 orang lainnya, yaitu Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa TImur, Haris Hasanuddin, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi, Asisten Romahurmuziy, Amin Nuryadin, calon anggota DPRD Gresik dari PPP, Abdul Wahab dan seorang sopir.

"Tim KPK mendapatkan informasi sekitar pukul 07.00 WIB akan ada penyerahan uang dari MFQ ke RMY di Hotel Bumi Surabaya," kata Wakil Ketua KPK, La Ode M Syarif di kantornya, Sabtu (16/03).

Sebelumnya, Anggota Tim Kemenangan Nasional (TKN), Tina Talisa mengatakan penangkapan politisi yang biasa disapa Romi tidak terkait dengan Pilpres 2019. "Itu persoalan pribadi," kata Tina dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (15/03).

Sementara itu, sejumlah pengamat politik mengatakan penangkapan Romi berpengaruh terhadap elektabilitas pasangan Joko Widodo-Maruf Amin. Isu dugaan korupsi Romi akan dijadikan narasi kubu pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk menyerang hingga pemungutan suara 17 April mendatang.

ID003

Politik Lainnya