Petugas KPPS Meninggal Dunia, Mendagri Sampaikan Duka Cita

Petugas KPPS Meninggal Dunia, Mendagri Sampaikan Duka Cita
Foto: Dok. Kemendagri
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo

INDEPENDEN, Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyampaikan duka cita yang mendalam untuk petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara ( KPPS) yang meninggal dunia dalam tugas untuk menyukseskan Pemilu Serentak 2019. Ia juga turut mendoakan petugas  KPPS yang  sakit karena kelelahan melakukan penghitungan suara di TPS.

"Kami berduka cita atas meninggalnya sejumlah petugas KPPS di beberapa tempat, kami juga turut mendoakan petugas yang sakit karena kelelahan selama bertugas di TPS, segera sembuh dan pulih seperti sedia kala," kata Tjahjo.

Tjahjo mengakui, pekerjaan sebagai penyelenggara pemilu sangat berat dan menguras tenaga. Oleh karena itu, ia memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh jajaran penyelenggara Pemilu.

"Keluarga besar Kemendagri dan BNPP memberikan apresiasi setinggi-tingginya untuk para penyelenggara Pemilu, petugas KPPS yang telah berjuang untuk kesusksesan agenda besar nasional ini, kami tahu ini merupakan pekerjaan yang tak mudah," ungkap Tjahjo.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah petugas KPPS sakit dan meninggal dunia usai bertugas dalam pemungutan dan penghitungan suara. Ada pula yang meninggal dunia kecelakaan karena diduga kelelahan usai mengawal proses pemilu.

Seperti dikutip BBC News Indonesia, pemungutan suara di Indonesia disebut sebagai paling rumit dan menakjubkan di dunia. Lembaga kajian Australia, Lowy Institute menyatakan pemilu 2019 memiliki skala yang besar dan dilaksanakan dalam satu hari saja. 

Jumlah pemilih sebanyak 193 juta orang pada pemilu kali ini merupakan yang terbesar di dunia dalam hal memilih presiden secara langsung. Jumlah ini bertambah sebanyak 2,4 juta orang dari pemilu 2014 lalu.

Pemungutan suara dilaksanakan di 809.500 tempat pemungutan suara (TPS), di mana setiap TPS akan melayani sekitar 200 hingga 300 orang pada saat hari pencoblosan.

Pada pemilu tahun 2014, jumlah TPS sekitar 500.000 dan setiap TPS melayani sekitar 400 pemilih. Sedangkan pada Pemilu 2019 dibatasi tiap TPS paling banyak 300 pemilih, sebab masyarakat memilih sekaligus calon pemimpin negara mulai dari presiden, legislatif tingkat provinsi, kabupaten dan kota serta DPD.

Dalam putusan Mahkamah Konstitusi, waktu penghitungan Pemilu 2019 ditingkat TPS juga ditambah, semula 1 hari menjadi 1 hari plus 12 jam.

 

Politik Lainnya