KODE Inisiatif: MK Sudah Akomodatif

Embed from Getty Images

INDEPENDEN, Jakarta – Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar sidang lanjutan sengkat hasil pemilu presiden dan wakil presiden yang digugat Pasangan Calon 02, Prabowo-Sandiaga, Selasa (18/06). Sidang lanjutan ini untuk mendengarkan jawaban dari Komisi Pemiluhan Umum (KPU) pascapembacaan gugatan oleh tim kuasa hukum Prabowo-Sandiaga, Jumat (14/06).

Dari sidang sebelumnya, Konstitusi dan Demokrasi (KODE) Inisiatif memberikan sejumlah catatan. Menurut Direktur KODE Inisiatif, Veri Junaidi MK sudah sangat mengakomodatif dalam sidang perselisihan ini. “MK berusaha untuk mendengarkan secara utuh kegelisihan pemohon atas penyelenggaraan Pemilu 2019,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Minggu (16/06).

“Sehingga tidak ada alasan bagi semua pihak untuk merasa tidak didengarkan atau tidak puas dengan kinerja MK,”  tambah Veri.

Selain itu, Veri juga menggarisbawahi sidang sengketa hasil pemilu ini bukan ajang perdebatan teori hukum. Sidang MK merupakan forum pembuktian atas dalil dalil kecurangan oleh pemohon, siapa yang mendalilkan maka harus membuktikan.

Pembuktian yang perlu dilakukan adalah menguji seluruh alat bukti yang diajukan pemohon. Sebab berdasarkan catatan KODE Inisiatif, hampir 90% alat bukti yang digunakan pemohon merupakan berita media.

“Masih harus diuji dan disertai bukti bukti otentik lainnya,” tambah Veri.

Veri melihat beragam dalil pelanggaran yang dimunculkan oleh pemohon belum secara kuat dibuktikan terjadinya pelanggaran terstruktur, sistematis dan masif (TSM). “Apalagi dampaknya (mempengaruhi) terhadap hasil pemilu,” tambahnya.

ID003

Politik Lainnya