PON XX Papua Ditunda, Pembangunan Venues Mundur Dari Jadwal

PON XX Papua Ditunda, Pembangunan Venues Mundur Dari Jadwal
Foto: Dok: Kementerian PUPR

Independen -- Pada Kamis (23/4), Presiden Joko Widodo memutuskan untuk menunda pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Provinsi Papua. Jadwal semula pelaksanaan PON adalah Oktober 2020 dan diundur menjadi Oktober 2021. 

Kondisi pandemi COVID-19 di Indonesia, menyebabkan tersendatnya suplai bahan bangunan, peralatan dan tenaga kerja konstruksi ke Papua, termasuk proses sertifikasi venues oleh lembaga internasional. Provinsi Papua per 26 Maret 2020 lalu telah menutup akses masuk maupun keluar provinsi ini dalam rangka mencegah penularan Covid-19. Akses masuk Papua hanya diberikan untuk barang atau sembako, sehingga mempengaruhi pekerjaan konstruksi pembangunan.  
 
Dalam rilisnya (24/4), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyikapi tersendatnya suplai barang ke Papua, maka akan melakukan perpanjangan masa pelaksanaan pembangunan infrastruktur dan venues PON XX Papua hingga awal tahun 2021. Perpanjangan waktu ini hanya untuk venues olahraga dayung, panahan, sepatu roda, 5 tower rumah susun, serta penataan kawasan kompleks olahraga Kampung Harapan dan Doyo Baru. 

Infrastruktur dan venues ini rata-rata progres pembangunannya masih di bawah 50%. Misal Penataan Kawasan Kampung Harapan (senilai Rp 134,7 miliar) progres pembangunan fisik baru 9,21%. Atau venue Arena Sepatu Roda, Panahan, dan Dayung (senilai Rp 116,5 miliar) progres fisik baru mencapai 5,56% (laporan April 2020)

Sedangkan infrastruktur dan venues lainnya tetap dijadwalkan tuntas pada tahun 2020 ini. Infrastruktur dan venues yang tetap dijadwalkan selesai di tahun 2020 adalah arena Aquatic dan Istora Papua Bangkit di Kawasan Olahraga Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur dan arena Cricket dan Lapangan Hockey (Indoor dan Outdoor) di Kampung Doyo Baru, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura. Rata-rata progres pembangungan venues ini sudah mencapai 84% ke atas (per April 2020) sehingga Kementerian PUPR optimis bisa selesai dalam tahun ini. (D02)

Politik Lainnya