Desa Kurang Buruh Tani, Kampung Menutup Akses

Desa Kurang Buruh Tani, Kampung Menutup Akses
Foto: dok Kabarpapua.co

Independen --- Kebijakan pemerintah Indonesia dengan bekerja, belajar dan beribadah di rumah, serta pembatasan sosial berskala besar, mulai terasa dampaknya di pedesaan. Bebeapa desa/kampung menerapkan secara mandiri untuk menutup wilayah. 

Seperti yang terjadi di Kabupaten Jayapura, Papua, kampung Sereh melakukan pembatasan warga untuk keluar masuk. Mulai pukul 14.00 WIT sampai pagi, warga maupun orang luar dilarang masuk. Simak beritanya di Cegah Covid-19, Kampung Sereh Perketat Akses Keluar Masuk Warga

Hal yang sama terjadi di Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Kampung Mansaburi dan beberapa kampung di sekitar, melakukan pembatasan akses warga. Warga yang hendak keluar kampung atau orang luar yang hendak masuk, akan ditanya terlebih dahulu kepentingannya. Jika keperluannya untuk kesehatan masih diperbolehkan. Berita ini dapat dibaca di  Cegah Penyebaran Covid-19, Warga Kampung Mansaburi Batasi Orang Luar Masuk

Di Bali, meskipun belum ada penutupan akses desa, namun pandemi Covid-19 telah memukul ekonomi desa. Petani padi yang masih bisa bekerja di sawah, mengaku kesulitan mencari buruh harian, sementara bahan pangan lainnya juga susah dicari. Hiburan warga kemudian bermain judi nomor. Bagaimana mereka beribadah? Sila klik Corona dan Cerita Kami yang di Desa.   (D02)

Umum Lainnya