Independen --- Jauh sebelum ada pandemi, para pengungsi kelompok Syiah dari Kabupaten Sampang, Jawa Timur sudah mengalami keterbatasan layanan kesehatan. Terutama pada anak-anak, tidak ada sama sekali layanan trauma healing terkait kejadian 7 tahun lalu. Alasannya klasih, pemerintah tidak menyediakan dana.
Akibatnya sulit diduga. Seperti yang dialami seorang anak, tidak mau sekolah karena mengalami diskriminasi oleh gurunya.
Pada saat pandemi, layanan kesehatan yang tadinya ada pun tutup. Seperti imunsasi. Maka dikhawatirkan anak-anak pengungi kelompok Syiah ini memiliki masa tumbuh kembang yang terhambat. Ikuti liputan Reka Kajaksana di Diskriminasi Kelompok Minoritas Menghambat Anak Mengakses Kesehatan (D02)
kali dilihat