Jibaku Guru PAUD Bertahan Hidup

Independen  --- Pandemi Covid-19 juga menerpa para guru PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) di Semarang. Setelah pemerintah menerapkan belajar di rumah, maka praktis PAUD ini tidak berjalan. Karena anak-anak tidak perlu ke PAUD dan tidak perlu sekali melakukan pembelajaran daring. 

Beberapa guru PAUD kemudian berjibaku mencari penghasilan lain, mulai dari berjualan makanan kering, membuka kursus privat dsbnya. Bantuan pemerintah pada para guru PAUD memang ada, sebesar 400 ribu per bulan. Namun pengakuan seorang guru memang menerima bantuan pemerintah, tapi hanya 200 ribu per bulan. Hal ini terungkap dalam liputan Retno Manuhoro di Guru PAUD Menyiasati Hidup  

kali dilihat