Pencatutan data pribadi warga untuk kepentingan pemilu terus berulang, tapi para pelakunya lolos tanpa sanksi. Sementara korban seperti Nuriyah dan Arif harus menanggung kerugian, kehilangan peluang kerja, hingga trauma mengurus haknya sendiri. Di tengah regulasi yang ompong dan kewenangan lembaga yang saling tumpang tindih, pemulihan data butuh waktu—tetapi pertanggungjawaban pelaku masih nihil. Demokrasi jadi taruhannya