Banjir besar di Sumatera pada akhir 2025 bukan sekadar bencana alam tahunan. Ia hadir di saat yang “salah”: ketika ekonomi global sedang sensitif, investor menahan napas, dan pasar keuangan alergi terhadap risiko. Di wilayah yang menjadi tulang punggung sawit, batubara, karet, dan pulp, air yang meluap bukan hanya menenggelamkan jalan dan kebun tetapi juga mengguncang rantai pasok, ekspor, nilai tukar, hingga kepercayaan investor.