Penulis: Anastasya Andriarti
Independen.id --- Siswa yang keracunan usai konsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) terus bertambah. Bahkan, sehari setelah Presiden Prabowo Subianto menyatakan keberhasilan program MBG pada Sidang Kabinet Paripurna ke-6, sebanyak 223 siswa taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas dari sembilan sekolah di Kota Bogor, Jawa Barat, keracunan usai mengonsumsi MBG pada 6 Mei 2025.
“Hari ini, memang ada yang keracunan. Yang keracunan sampai hari ini dari 3 sekian juta, kalau ngga salah di bawah 200 orang. Yang rawat inap, hanya 5 orang. Jadi, bisa dikatakan bahwa yang keracunan atau yang perutnya nggak enak sejumlah 200 orang dari 3 sekian juta orang. Kalau tidak salah, 0,005. Berarti, keberhasilannya 99,99%”, kata Prabowo saat Sidang Kabinet Paripurna ke-6 di Ruang Sidang Kabinet, Istana Kepresidenan Jakarta, 5 Mei 2025 yang disambut tepuk tangan meriah para pembantunya.
Tapi benarkah, siswa yang keracunan MBG dari awal program ini diluncurkan 6 Januari 2025 hingga awal Mei saat Presiden Prabowo mengapresiasi kabinet yang dipimpinnya karena dianggap berhasil melakukan efisiensi hingga memungkinkan melaksanakan program strategis seperti MBG, hanya 200 orang?
Penelusuran Independen.id, menggunakan kata kunci keracunan MBG di media massa nasional dan lokal menemukan 13 kasus keracunan program MBG sejak Januari hingga 5 Mei 2025 saat Prabowo berpidato di Sidang Kabinet Paripurna yang bisa disaksikan secara langsung di channel YouTube Sekretariat Presiden. “Di mana ada usaha manusia, di bidang pekerjaan apapun, di mana yang 99,99 persen keberhasilannya? Oke dong,” kata Prabowo soal program MBG.
Temuan Independen.id, dari 13 kasus keracunan MBG di seluruh Indonesia, total ada 1.338 orang yang keracunan. Ini baru menghitung kasus keracunan MBG hingga 5 Mei 2025.
KASUS KERACUNAN MBG SEJAK JANUARI 2005
1. Tanggal 13 Januari 2025 (59 orang), Nunukan Selatan, Kalimantan Utara
Pada 13 Januari 2025, 17 siswa kelas 3C dan 12 siswa kelas 2B SDN 003 Nunukan Selatan, Kalimantan Utara termasuk sejumlah guru mengalami mual dan diare setelah mengonsumsi MBG. Masih di hari yang sama, lebih dari 30 siswa SMAN 2 Nunukan Selatan juga mengalami gejala mual dan mencret setelah menyantap ayam kecap dari MBG. Sehari setelah kejadian, sejumlah siswa SMA yang sama menemukan ulat-ulat kecil di ikan tongkol goreng menu MBG.
2. Tanggal 16 Januari 2025 (50 orang), Kab. Sukoharjo, Jawa Tengah
Sebanyak 50 siswa SDN Dukuh 03 Sukoharjo, Jawa Tengah dibawa ke Puskesmas Sukoharjo Kota lantaran merasakan mual-mual dan pusing setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis, 16 Januari 2025. Beberapa siswa mencium aroma kurang sedap dari ayam yang disajikan. Puskesmas Sukoharjo sempat menyatakan ayam goreng tidak dimasak dengan sempurna.
3. Tanggal 18 Februari 2025 (8 orang), Kab. Empat Lawang, Sumatera Selatan
Pada 18 Februari, delapan siswa SDN 7 Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan dibawa ke Puskesmas setelah mual dan muntah usai menyantap MBG. Lauk ikan dalam menu, diduga basi dan mengandung ulat atau belatung.
4. Tanggal 18 Februari 2025 (29 orang), Waingapu, Nusa Tenggara Timur
Sebanyak 29 siswa Sekolah Dasar (SD) Katolik Andaluri, Kecamatan Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), mual, muntah, pusing, dan sakit perut setelah menyantap MBG.
5. Tanggal 19 Februari 2025, Waingapu, Nusa Tenggara Timur
Sehari berselang, 19 Februari, insiden serupa terjadi di SD Inpres 3 Waingapu, Kelurahan Kambajawa Kecamatan Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Temuan daging, salah satu sajian MBG, yang masih merah nampak masih belum matang, sempat viral di media sosial.
6. Tanggal 19 Februari 2025 (28 orang), Kab. Pandeglang, Banten
Sebanyak 28 siswa SDN 2 Alaswangi, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten mengalami pusing, mual, muntah, dan diare usai menyantap menu MBG pada 19 Februari lalu. Sajian nasi, ayam, buncis, dan sepotong semangka membuat 2 murid kelas III, 4 orang murid kelas IV, 9 murid kelas V dan 13 orang murid kelas VI dilarikan ke Puskesmas Menes.
7. Tanggal 14 April 2025 (60 orang), Kab. Batang, Jawa Tengah
Di Batang, Jawa Tengah sedikitnya 60 siswa dari delapan sekolah, mulai dari TK hingga SMP mengeluhkan gejala keracunan seperti pusing, mual, muntah, hingga diare usai menyantap MBG pada 14 April 2025. Diduga, sajian mie dalam menu MBG sudah basi lantaran dimasak sejak tengah malam. Mayoritas siswa yang tidak keracunan, menurut Dinas Kesehatan Batang adalah siswa yang gurunya berinisiatif membuang mie tersebut.
8. Tanggal 21 April 2025 (165 orang), Kab. Cianjur, Jawa Barat
Pada 22 April 2025, Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat menyatakan sebanyak 165 siswa dari dua sekolah yang menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) keracunan. Kejadian ini bermula pada Senin 21 April, ketika 971 siswa Madrasah Aliyah Negeri 1 Cianjur dan SMP PGRI 1 Cianjur menyantap paket nasi, mi goreng, ayam suwir, tempe mendoan, dan semangka. Beberapa jam kemudian para korban mengalami muntah, pusing, dan diare.
Sebanyak 92 siswa yang menjadi korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Sayang Cianjur, Rumah Sakit Bhayangkara, empat puskesmas dan satu klinik. Sementara 73 lainnya, dirawat di rumah karena mengalami gejala ringan. Akibatnya, produksi makanan MBG dihentikan sementara. Pemerintah Kabupaten Cianjur juga menetapkan status kejadian luar biasa kasus keracunan masal MBG (Costa, 2025).
9. Tanggal 23 April 2025 (11 orang), Kab. Karanganyar, Jawa Tengah
Kepala Sekolah SDN 4 Wonorejo Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Damiyati (56) dan dua muridnya mengalami mual dan sakit perut setelah menyantap sajian MBG, 23 April 2025. Hasil laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar menunjukkan sampel makanan terpapar mikroorganisme. Beberapa hari berselang, sebanyak delapan siswa di sekolah yang sama mengalami gejala keracunan seperti mual, muntah dan pusing kepala usai memakan MBG. Satu di antaranya juga mengalami diare.
10. Tanggal 23 April 2025 (13 orang), Kab. Bombana, Sulawesi Tenggara
Sebanyak 13 siswa kelas 1-3 SDN 33 Kapisute, Bombana, Sulawesi Tenggara muntah-muntah, mengeluh sakit perut dan pusing setelah menyantap menu nasi, chicken karaage, tahu goreng, dan sayur sop.
11. Tanggal 29 April 2025 (342 orang), Bandung, Jawa Barat
Kasus lebih besar terjadi di Bandung, Jawa Barat. Ada 342 siswa SMP Negeri 35 Bandung keracunan setelah menyantap MBG pada 29 April 2025. Mereka mengeluh diare, mual, hingga muntah-muntah.
12. Tanggal 30 April 2025 (400 orang), Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tasikmalaya mendata sebanyak 400 pelajar di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, merasakan mual, pusing, sakit perut, hingga diare pada 1 Mei 2025.
13. Tanggal 5 Mei 2025 (173 orang), Kab. Penukal Abab Lematang Ilir, Sumatera Selatan
Data Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, Sumatera Selatan, sebanyak 173 siswa PAUD, TK, SD, SMP, SMA, dan SMK di Talang Ubi mengeluh pusing, lemas, sakit perut, dan mual-mual, usai menyantap MBG pada 5 Mei 2025. Ratusan siswa ini sempat dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan di Talang Ubi.
Makan Bergizi Gratis merupakan janji kampanye Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang kerap dilontarkan secara langsung saat kampanye dan tertuang di dokumen kampanye turunan dari visi dan 8 misi Asta Cita. Program MBG ini, resmi diluncurkan pada 6 Januari 2025. Sasaran awal, sebanyak 600 ribu penerima manfaat di 26 provinsi di Indonesia dengan dana Rp 71 triliun.
Namun, dalam pelaksanaannya, MBG mengundang polemik lantaran banyak masalah. Seri kedua Kajian Makan Bergizi Gratis yang dirilis Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) menyoroti sejumlah isu tata kelola, termasuk ketersediaan payung regulasi dan petunjuk teknis, hingga struktur koordinasi dan tata kelola pemerintah.