101 Tumpeng di Jailolo

“Saya tidak pernah terbayang suasana ini,” bisik Abdan di tengah keriuhan warga desa yang hadir pada tasyakuran di Bobanehena, Selasa, 08 Maret 2016.

Abdan, salah satu tokoh pemuda Bobanehena yang sejak awal Gempa berjibaku mengurus posko. Kesehariannya, kerja sebagai tenaga honorer di Departemen Agama Jailolo. Dia bersama pengurus posko lainnya, berusaha mengakses berbagai bantuan, untuk bisa disalurkan ke Bobanehena. Sayangnya, gempa yang menghancurkan lebih 350 rumah itu tidak banyak diketahui publik.

Sejak malam sebelum acara, 100 keluarga sibuk membuat tumpeng. Tiap penerima program recovery rumah, membawa satu tumpeng. Di tengah jalan raya Kabupaten yang ditutup selama tiga hari untuk lokasi acara, tumpeng dikumpulkan, melengkapi satu tumpeng ukuran lebih besar yang dibuat PPPA Daarul Qur’an. Total tumpeng jadi 101 tumpeng.

“Kami sulit berkata-kata. Warga kami lebih tiga bulan, tinggal di tenda dan hari ini semua kembali dari bukit. Kami sudah tinggal di rumah masing-masing,” terang Sekretaris Desa Bobanehena, Taswin Malan, gembira.

 

kali dilihat