SIARAN PERS, 5 Juni 2026
Jakarta, 5 Juni 2026 – Indonesian Institute of Journalism (IIJ) dan PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) telah memilih 20 jurnalis dari seluruh Indonesia sebagai penerima program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship (SJF) 2026. Seluruh peserta akan diundang ke Bogor, Jawa Barat untuk mengikuti pelatihan sustainability masterclass dan menjalani proses mentoring ide keberlanjutan yang akan dilakukan oleh setiap peserta.
Dalam proses penerimaan proposal ide sustainability, IIJ dan CIMB Niaga membuka pendaftaran proposal SJF selama lebih dari dua bulan. Selama proses itu, IIJ menerima 233 proposal yang diajukan oleh jurnalis dari seluruh Indonesia. Hampir semua proposal yang diajukan, kategori individu maupun kelompok, memiliki semangat keberlanjutan yang sangat baik dan beragam.
Dari 233 proposal yang diterima panitia, dewan juri yang diwakili CIMB Niaga, IIJ dan Global Reporting Initiative (GRI) memilih 13 proposal yang terdiri dari 9 proposal individu dan 4 proposal kelompok (terlampir). Dari asal wilayah, peserta terpilih mewakili berbagai wilayah Indonesia, dari Aceh hingga wilayah timur Indonesia.
Dalam proses seleksi, dewan juri tidak hanya menilai kualitas proposal semata, tetapi juga mempertimbangkan keterlibatan mereka dalam aktivitas keberlanjutan. Pendekatan ini dilakukan karena tantangan keberlanjutan membutuhkan jurnalis yang tidak hanya mampu melaporkan persoalan, tetapi juga memahami realitas di lapangan dan berinteraksi langsung dengan pemangku kepentingan.
Direktur Eksekutif IIJ sekaligus anggota dewan juri, Umar Idris, mengatakan para peserta yang telah terpilih menunjukkan kombinasi antara kompetensi jurnalistik, komitmen dan dampak proyek keberlanjutan yang akan dijalankan oleh setiap peserta.
Pengumuman peserta terpilih dilakukan pada Jumat, 5 Juni 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Melalui momentum Hari Lingkungan Hidup se-dunia ini, CIMB Niaga dan IIJ menegaskan pentingnya peran jurnalis dan media dalam mendorong kesadaran dan perubahan menuju masa depan lingkungan dan sosial Indonesia yang lebih berkelanjutan.
"Hari ini, ketika memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, kami ingin menegaskan bahwa jurnalisme membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan menulis berita. Para peserta yang terpilih menunjukkan rasa ingin tahu yang kuat, pemahaman terhadap isu keberlanjutan, dan dalam banyak kasus juga keterlibatan dalam berbagai aktivitas yang berhubungan dengan pelestarian lingkungan. Kami melihat hal tersebut sebagai modal penting untuk menghasilkan karya jurnalistik yang lebih mendalam, akurat, dan berdampak," kata Umar Idris. Menurut Umar, jurnalis memiliki posisi strategis untuk menjembatani informasi antara masyarakat, dunia usaha, pemerintah, dan komunitas yang terdampak oleh berbagai persoalan lingkungan. "Kami berharap para fellow tidak hanya menghasilkan liputan yang menarik, tetapi juga menghadirkan perspektif baru, mengangkat praktik-praktik baik, serta membantu publik memahami bahwa keberlanjutan adalah isu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari," ujarnya.
Pandangan serupa disampaikan Regional Program Manager ASEAN GRI, Lany Harijanti, yang menilai bahwa kebutuhan akan jurnalisme keberlanjutan semakin mendesak di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu perubahan iklim, transisi energi, hingga tanggung jawab sosial perusahaan. "Saat ini publik butuh informasi yang dapat membantu mereka memahami dampak dan implikasi dari berbagai isu keberlanjutan. Jurnalis memiliki peran penting dalam menerjemahkan data, kebijakan, maupun laporan keberlanjutan menjadi informasi yang mudah dipahami masyarakat luas," kata Lany.
Program ini terselenggara atas kerja sama CIMB Niaga dan IIJ yang didukung oleh GRI. Melalui program ini, para peserta yang terpilih akan mengikuti serangkaian pelatihan, mentoring bersama para ahli di Jakarta selama tiga hari. Para peserta yang terpilih berhak mendapatkan tunjangan dana untuk merealisasikan ide keberlanjutannya dengan total keseluruhan dana tunjangan sebesar Rp200 juta.
Demikian siaran pers kami, untuk diterbitkan segera.
Narhubung: Kindy (08-222-88-444-39)
Tentang
Indonesian Institute of Journalism (IIJ)
IIJ didirikan oleh jurnalis, pemimpin media, dan akademisi tahun 2022. Bisnis kami di bidang Pendidikan dan pelatihan, fellowship/beasiswa media, penelitian dan survei, dan kegiatan-kegiatan literasi media. IIJ berkolaborasi dengan jurnalis, perusahaan media, universitas, perusahaan swasta nasional dan regional, dan pemangku kepentingan lain untuk menjalankan program-program, yang ditujukan tidak hanya bagi jurnalis dan komunitas media, tetapi juga bagi masyarakat umum yang ingin meningkatkan skill multimedia dan jurnalisme. Aktivitas kami adalah menggali kembali jurnalisme (reinventing journalism) melalui jurnalisme berkualitas dan memunculkan inovasi-inovasi di bidang media (media innovations).
CIMB Niaga
PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga; IDX: BNGA) adalah bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia yang berdiri sejak 1955. Mengusung purpose Advancing Customers and Society, CIMB Niaga berkomitmen membantu nasabah dan masyarakat Indonesia mewujudkan mimpi dan aspirasinya dengan semangat bekerja dari hati #WorkFromHeart.
Selama tujuh dekade, CIMB Niaga hadir menyediakan layanan lengkap, baik konvensional maupun Syariah, untuk segmen consumer, bisnis, hingga korporasi, didukung kapabilitas treasury, pasar modal, serta inovasi digital seperti OCTO (Aplikasi dan Website), OCTO Pay (e-money), BizChannel@CIMB, serta kantor cabang modern meliputi Digital Lounge dan Digital Branch.
Hingga 31 Maret 2026, layanan CIMB Niaga didukung dengan 11.506 karyawan (konsolidasi), 386 kantor cabang dan jaringan (termasuk 28 Digital Lounge), 2.402 ATM, serta 517.492 EDC, QR, dan e-Commerce yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.
Sebagai bank yang berkomitmen untuk mendukung bumi yang berkelanjutan bagi generasi mendatang, CIMB Niaga secara konsisten menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan dalam menjalankan bisnisnya dengan menyinergikan aspek lingkungan, ekonomi, sosial, dan tata kelola ke dalam proses perbankan, termasuk melalui The Cooler Earth Sustainability #SekarangUntukMasaDepan.
Global Reporting Initiative (GRI)
Global Reporting Initiative (GRI) adalah organisasi nirlaba internasional yang mengembangkan standar global untuk pelaporan keberlanjutan dan ESG. Digunakan secara luas oleh perusahaan di seluruh dunia, GRI Standards memungkinkan pengungkapan dampak ekonomi, lingkungan, dan sosial secara transparan, konsisten, terukur, dan dapat diperbandingkan.
Didirikan pada tahun 1997 dan berkantor pusat di Belanda dengan jaringan regional di Afrika, Asia, dan Amerika Latin, GRI mengedepankan pendekatan berbasis dampak (impact materiality) untuk membantu perusahaan mengidentifikasi isu-isu paling signifikan—termasuk perubahan iklim, hak asasi manusia, dan tata kelola—serta mengkomunikasikan kinerja mereka secara kredibel.
Melalui pendekatan ini, GRI mendukung perusahaan dalam memenuhi kewajiban pelaporan sekaligus memperkuat daya saing, meningkatkan kepercayaan investor, dan menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan.