Independen --- Jurnalis yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Indepeden (AJI) Kediri memboikot memberitakan kegiatan peringatan hari jadi ke-71 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di wilayah Kediri dan sekitarnya. “Terutama berita positif HUT TNI,” kata Afnan Subagio, Ketua AJI Kediri kepada Indepeden melalui sambungan telepon, Kamis (5/10) pagi.
Peringatan pada 5 Oktober ini, TNI di wilayah Kediri akan menggelar upacara dan kegiatan bakti sosial di sejumlah titik.
Afnan mengatakan boikot pemberitaan akan dilakukan selama peringatan HUT dan kegiatan positif lainnya hingga TNI menunjukkan keseriusan memproses hukum kasus kekerasan terhadap jurnalis yang dilakukan aparat TNI. Tidak hanya pada kasus kekerasan jurnalis Net TV di Madiun tapi juga kasus kekerasan pada tujuh jurnalis di Medan.
“Sekaligus menunjukkan TNI juga membutuhkan jurnalis untuk memberitakan prestasi mereka,” katanya.
Sepanjang 2016 ini setidaknya terjadi tiga kasus kekerasan aparat TNI kepada jurnalis yang sedang melakukan peliputan. Kasus pertama terjadi saat peliputan pesawat jatuh di Malang yang dilakukan aparat TNI Angkatan Udara. Selengkapnya baca: Kekerasan TNI AU Terhadap Jurnalis Sepanjang 5 Tahun.
Afnan mengingatkan janji Panglima TNI Gatot Nurmantyo untuk menyelesaikan kasus kekerasan terhadap jurnalis. “Panglima berjanji (kasus kekerasan terhadap tujuh jurnalis di) Medan adalah kasus terakhir, tapi ternyata terulang,” katanya.
Peristiwa kekerasan terhadap jurnalis Net TV wilayah Madiun pada 2 Oktober lalu indikasi belum ada evaluasi menyeluruh di jajaran TNI. “Perintah TNI tidak sampai ke bawah (pasukan),” katanya menambahkan.
Independen I Yekthi HM